Penjelasan Puskesmas Terkait Remaja di Bogor yang Kakinya Membusuk dan Putus Usai Dipatok Ular

Tavip Triyono yang pertamakali melakukan penanganan terhadap Capil ini menuturkan bahwa pembusukan yang terjadi bukan karena bisa ular itu sendiri

Penjelasan Puskesmas Terkait Remaja di Bogor yang Kakinya Membusuk dan Putus Usai Dipatok Ular
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Kaki seorang bocah bernama Capil (13) terputus akibat digigit ular. Kakinya putus akibat pembusukan usai kakinya digigit ular pada 2 bulan yang lalu 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SUKAMAKMUR - Kaki seorang bocah bernama Capil (13) asal Kampung Bojonghonje, Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor membusuk hingga terputus usai dipatuk Ular Tanah.

Kepala UPT Puskesmas Sukamakmur, Tavip Triyono yang pertamakali melakukan penanganan terhadap Capil ini menuturkan bahwa pembusukan yang terjadi bukan karena bisa ular itu sendiri.

Melainkan dikarenakan oleh kesalah penanganan setelah Capil dipatuk ular.

"Kemungkinan kakinya sampai busuk begitu bukan karena dipatuk ularnya sebenernya, tapi karena perawatan lukanya yang gak bener," kata Tavip kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (2/4/2019).

Ia menjelaskan bahwa usai kaki Capil digigit ular, terjadi infeksi sampai akhirnya terjadi pembusukan.

Kondisi ini, kata dia, disebut dengan istilah medis osteomielitis.

"Bukan karena bisa ular jadi begitu (membusuk), bukan, tapi karena infeksinya meluas sampai ke dalam tulang, pembuluh darah, macem-macem komplikasinya, jadi terjadi infeksi yang luas," terangnya.

Hal ini terjadi disebabkan keluarga korban menolak membawa Capil berobat ke rumah sakit usai dipatuk sekitar 2 bulan yang lalu.

Pihak keluarga malah memilih ke orang pintar untuk mengobatinya.

Tavip menjelaskan bahwa jika Capil usai dipatuk langsung segera dibawa ke Puskesmas, kemungkinan besar kakinya tidak akan membusuk dan terputus seperti sekarang.

"Jadi kepercayaan orang sana, kalau dipatuk ular itu gak boleh berobat, gak boleh dikerjain medis, cukup dijampe aja katanya gitu. Kalau dikerjain medis akan terjadi apa-apa. Itu kepercayaan masyarakat setempat," ujarnya.

Sementara jika dibiarkan semakin lama, kata Tavip, pembusukan yang dialami Capil akan terus menyebar ke seluruh tubuhnya.

Terlebih, kata dia, kondisi kaki Capil terakhir kali dibawa ke RSUD Cibinong, pembusukan sudah sampai ke lutut.

"Kalau dibiarkan, makin parah nanti, merembet terus perlahan-lahan. Itu kan sudah sampai dengkul. Itu merembet terus sampai ke pangkal paha itu nanti, kalau dibiarkan," ungkapnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved