Bukannya Senang, Para Pekerja Jepang Justru Kebingungan saat Dapat Libur 10 Hari

Pemerintah Jepang pun pada Senin (1/4/2019) telah mengumumkan era baru Putra Mahkota Naruhito ketika dia bertakhta.

Bukannya Senang, Para Pekerja Jepang Justru Kebingungan saat Dapat Libur 10 Hari
TribunnewsBogor.com/Soewidia Henaldi
Ilustrasi Foto - Kota Matsuyama, Prefektur Ehime, Jepang. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Akhir April hingga awal Mei harusnya jadi momen membahagiakan bagi para pekerja di Jepang.

Sebab, mereka mendapat jatah libur yang panjang.

Warga Jepang mendapat libur 10 hari karena gabungan antara peringatan turun takhtanya Kaisar Akihito pada 3- April dan "Pekan Emas" Mei.

Namun seperti dilansir AFP Rabu (3/4/2019), tidak semua masyarakat Negeri "Sakura" merasa senang dengan banyaknya hari libur yang mereka terima.

Seperti contohnya adalah pegawai finansial bernama Seishu Sato.

"Sejujurnya, saya tidak tahu bagaimana harus menghabiskan waktu," ungkapnya.

Sato menjelaskan jika dia memutuskan berlibur, maka tempat-tempat wisata yang dia tuju pasti akan penuh sesak dengan pengungjung yang lain.

"Jadi, mungkin saya akan tinggal di rumah orangtua saya," terangnya.

Kisah Bayi umur 5 Bulan Dikubur Hidup-Hidup Ibu Kandungnya, Nafasnya Kini Ditopang Alat Medis

Jadi Duda Hampir Empat Tahun, Samuel Rizal Ungkap Kriteria Wanita Idaman yang Dia Cari

Ternyata Sato tidak sendiri jika merujuk kepada survei dari harian Asahi.

Berdasarkan jajak pendapat itu, 45 persen penduduk Jepang justru tidak senang dengan Libur Panjang.

Halaman
12
Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved