Budi Karya Minta KAI Bentuk Tim Atasi Gangguan Pada KRL Akibat Petir

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan rapat terbatas dan tertutup di Stasiun Bogor untuk mengabi gangguan-gangguan yang terjadi

Budi Karya Minta KAI Bentuk Tim Atasi Gangguan Pada KRL Akibat Petir
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan rapat terbatas dan tertutup di Stasiun Bogor untuk mengabi gangguan-gangguan yang terjadi dalam operasional Kereta Rel Listrik (KRL) di Jabodetabek. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan rapat terbatas dan tertutup di Stasiun Bogor untuk mengatasi gangguan-gangguan yang terjadi dalam operasional Kereta Rel Listrik (KRL) di Jabodetabek.

Budi karya berangkat ke Stasiun Bogor dengan menaiki Commuter Line atau KRL.

Setibanya di Stasiun Bogor Budi pun langsung mengadakan rapat tertutup kurang lebih satu jam.

Usai mengadakan rapat, Menteri Perhubungan Budi Karya menjelaskan bahwa rapat yang diadakan tersebut adalah untuk mengevaluasi penanganan yang dilakukan untuk mengatasi gangguan pada KRL.

"Dari apa yang kita lakukan evaluasi, ada beberapa hal yang bisa kita simpulkan bahwa ada peralatan di Jabodetabetk usianya sedikit lanjut, dan terdapat kejadian ekstrim baik itu cuaca hujan maupun petir sebagai indikasi petir yang biasanya itu 200 kilo ampere ini terjadi dengan besaran yang dua kali lipat sehingga terjadilah beberapa hal itu (gangguan)," katanya usai rapat kmis (4/4/2019)

Untuk itu Ia meminta kepada PT KAI untuk membentuk tim penanganan gangguan di KRL.

Budi merinci, bahwa nantinya tim tersebut bertugas melakukan penanganan atau antisipasi jika ada ganggua KRL.

Diantaranya adalah tim untuk menangani gangguan yang diakibatkan oleh petir, spot spot atau titik titik rel yang membahayakan dan sebagainya.

"Identifikasi yang lain adalah memang frekuensi semakin ketat ya. Nah oleh karenanya jangka pendek ini saya minta kepada KAI untuk membuat task force untuk dibentuk satu tim untuk menganalisa beberapa kejadian kejadian dan menyelesaikan cara cara teknis yang baik yang kedua task force sendiri menyelesaikan hal hal yang dikatakan berkaitan dengan rel pada spot spot yang memang diindikasikan punya problem," ucapnya.

Mengnnigat frekunsi waktu yang semakin cepat dan semakin dekat dengan waktu jelang bulan Ramadhan, Tim ini pun akan segera dibentuk dan bergerak untuk segera melakukan kordinasi.

"tim task force ini segera bekerja dan minggu depan kami akan bertemu lagi dalam satu rapat yang lebih terinci, langkah-langkah yang harus diambil oleh kereta api karena pasti untuk membuat suatu pekerjaan yang lebih prima dibutuhkan dana dan cara untuk menyelsaikan itu sambil itu task force akan bekeja menyelesaikan masalah masalah dilapangan," katanya.

Budi juga menjelaskan bahwa tim tersebut tidak hanya dipersiapkan menjelang bulan Ramadhan, namun tim itu pun akan terus berlanjut untuk melakukan pengawasan, antisipasi dan penanganan gangguan KRL.

"Tim tadi sifatnya umum tapi KRL ada yang khusus untuk menangani masalah masalah yang tejadi tapi ad hoc ini punya dalam rangka mudik lebaran dan juga menyelesaikan (masalah gangguan) krl di Jabodetabek," ucapnya.

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved