Ramai Didatangi Pengunjung, Barista Ini Racik Kopi Asli Leuwiliang dengan Alat Tradisional

Bogor Fest 2019 mulai digelar di Lapangan Parkir Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Kamis (4/4/2019).

Ramai Didatangi Pengunjung, Barista Ini Racik Kopi Asli Leuwiliang dengan Alat Tradisional
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
booth penjual kopi asli Leuwiliang di Bogor Fest 2019 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Bogor Fest 2019 mulai digelar di Lapangan Parkir Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Kamis (4/4/2019).

Pantauan TribunnewsBogor.com, acara Bogor Fest 2019 hari pertama ini cukup banyak didatangi pengunjung.

Mereka mendatangi satu per satu sekian banyak stand yang berjajar di acara festival Bogor tersebut.

Salah satunya adalah stand kopi dari petani kopi asal Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Betty (47).

Ia tampak meracik sendiri kopi yang jajakan kepada pengunjung.

Namun yang membedakan adalah dia menggunakan alat-alat tradisional.

Kopi asli Leuwiliang
Kopi asli Leuwiliang (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

"Ini namanya Langit Biru, iya alat tradisional untuk roasting," kata Betty kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (4/4/2019).

Alat roasting kopi tersebut terpantau wadahnya terbuat dari bahan kendi tanah liat.

Sementara pengaduknya menggunakan batok kelapa yang dibiarkn berputar menggunakan mesin dan dipanaskan menggunkan kompor gas.

Kemudian untuk penyaring kopi, Betty menggunakan Indonesian Drip yakni penyaring yang menggunakan anyaman bambu berbentuk kerucut serta tempatnya yang terbuat dari batok kelapa.

"Tapi kita hanya menyajikan kopi tubruk, saring sama es kopi," katanya.

Untuk kopi tubruk dijual dengan harga Rp 10 ribu per gelas, lalu kopi saring (bamboo drip) Rp 15 ribu per gelas serta Ice coffe patani Rp 15 ribu per gelas.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved