Final Piala Presiden 2019 - Bonek Tidak Boleh ke Malang dan Aremania Dilarang ke Surabaya

Laga final Piala Presiden leg pertama akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Selasa besok pukul 15.30 WIB.

Final Piala Presiden 2019 - Bonek Tidak Boleh ke Malang dan Aremania Dilarang ke Surabaya
Kompas.com
Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan usai meninjau pemeriksaan artis VA di gedung Ditreskrimsus Polda Jatim, Senin (14/1/2019)(KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kesepakatan lama antara suporter pendukung Persebaya Surabaya dan Arema Malang dinyatakan tetap berlaku saat final sepak bola Piala Presiden 2019.

Kesepakatan itu ialah Bonek (suporter Persebaya) dilarang ke Malang saat leg kedua, Jumat (12/4/2019), dan Aremania (suporter Arema) dilarang ke Surabaya saat leg pertama, Selasa (9/4/2019).

"Ini kesepakatan kedua suporter sejak lama, dan tetap berlaku di laga final besok," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan, Senin (8/4/2019).

Untuk mengantisipasi datangnya kedua pendukung tim, Polda Jawa Timur akan menyiagakan personel di perbatasan dan pintu-pintu masuk menuju Surabaya dan Malang.

"Kami akan merazia para suporter yang tidak mengindahkan kesepakatan lama ini," katanya.

Polda Jawa Timur, kata dia, akan menambah personel untuk pengamanan laga final Piala Presiden.

Pada laga pertandingan biasa, hanya 2.200 personel yang diturunkan, tapi pada laga final ditingkatkan menjadi 3.500 personel.

Personel akan disebar di titik-titik rawan, selain di lokasi pertandingan.

Luki berharap, laga final sepak bola Piala Presiden akan menjadi hiburan yang menarik bagi masyarakat Jawa Timur maupun penikmat bola secara nasional, bukan tontonan yang menakutkan.

Laga final Piala Presiden leg pertama akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Selasa besok pukul 15.30 WIB.

Sementara leg kedua akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Jumat mendatang pukul 18.30 WIB.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Final Piala Presiden 2019, Bonek Dilarang ke Malang dan Aremania Tidak Boleh ke Surabaya",

Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved