Salat Jamaah dengan Shaf Campur Pria dan Wanita, Apakah Ibadahnya Sah? Ini Hukumnya

Hukum salat jamaah dengan shaf campur pria dan wanita, apakah ibadahnya tetap dianggap sah?

Salat Jamaah dengan Shaf Campur Pria dan Wanita, Apakah Ibadahnya Sah? Ini Hukumnya
TribunnewsBogor.com/Mohammad Afkar Sarvika
Ratusan Warga Cibinong salat id Di Lapangan Tegar Beriman, Jumat (15/6/2018) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Hukum salat jamaah dengan shaf campur pria dan wanita, apakah ibadahnya tetap dianggap sah?

Ibadah salat merupakan rukun kedua dari rangkaian rukun Islam.

Selain itu, salat merupakan rukun yang paling ditekankan setleah dua kalimat syahadat.

Ibadah ini merupakan washilah (media) antara seorang hamba dan Tuhannya.

Rasulullah SAW sendiri pernah bersabda:

إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا صَلَّى يُنَاجِي رَبَّهُ…

“Sesungguhnya apabila seorang hamba mengerjakan salat, maka ia sedang bermunajat kepada Rabb-nya…”

Dan Allah berfirman dalam hadits Qudsi:

قَسَمْتُ الصَّلاَةَ بَيْنِى وَبَيْنَ عَبْدِى نِصْفَيْنِ وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ ( الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ). قَالَ اللَّهُ تَعَالَى حَمِدَنِى عَبْدِى وَإِذَا قَالَ (الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ). قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَثْنَى عَلَىَّ عَبْدِى. وَإِذَا قَالَ (مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ). قَالَ مَجَّدَنِى عَبْدِى – وَقَالَ مَرَّةً فَوَّضَ إِلَىَّ عَبْدِى – فَإِذَا قَالَ (إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ). قَالَ هَذَا بَيْنِى وَبَيْنَ عَبْدِى وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ. فَإِذَا قَالَ (اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ ). قَالَ هَذَا لِعَبْدِى وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ

“Aku membagi ash-Shalat (surat Al-Fatihah) antara Diri-Ku dan diri hamba-Ku menjadi dua bagian, dan bagi hamba-Ku adalah apa yang dipintanya. Apabila hamba tersebut membaca, ‘Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam,’ maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Hamba-Ku telah memuji-Ku.’ Jika ia mengucapkan, ‘Yang Maha Pemurah, lagi Maha Penyayang,’ maka Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah memujiku.’ Jika ia mengucapkan, ‘Yang Menguasai hari Pembalasan,’ maka Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah memuliakan-Ku.’ Jika ia mengucapkan, ‘Hanya kepada-Nya kami menyembah, dan hanya kepada-Nya kami memohon,’ maka Allah berfirman, ‘Inilah bagian bagi Diri-Ku dan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku dalah apa yang dia minta.’ Dan jika ia mengucpakan, ‘Berilah petunjuk kepda kami atas jalan yang lurus, yaitu jalan yang telah Engkau beri kenikmatan bagi yang mengikutinya, bukan jalan-jalan yang Engkau murkai dan bukan pula yang Kau sesatkan,’ maka Allah berfirman, ‘Ini hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang dimintanya.”

2 Amalan yang Dianjurkan di Bulan Syaban 1440 H, Bisa Menjauhkan Diri dari Siksaan Api Neraka

Halaman selanjutnya >>>>>

Penulis: TribunStyle.com
Editor: TribunStyle.com
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved