Pilpres 2019

Masa Tenang Pemilu 2019 Masih Dilanda Berbagai Masalah, Ini Kata Pengamat Politik

Memasuki masa tenang Pemilu 2019, berbagai kendala terkait kesiapan penyelenggaraan muncul tak terkecuali di Kabupaten Bogor.

Masa Tenang Pemilu 2019 Masih Dilanda Berbagai Masalah, Ini Kata Pengamat Politik
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Petugas sedang mengangkat kotak suara untuk Pemilu 2019 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Memasuki masa tenang Pemilu 2019, berbagai kendala terkait kesiapan penyelenggaraan muncul tak terkecuali di Kabupaten Bogor.

Di Kabupaten Bogor sendiri juga dilanda permasalahan kekurangan logistik ditambah pula musibah rusaknya ratusan kotak suara di Ciseeng akibat banjir lumpur.

Pengamat politik dari Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Yusfitriadi, mengatakan bahwa pemasalahan lainnya yang masih ada di masa tenang ini adalah Alat Peraga Kampanye (APK) yang masih bertebaran.

Selain itu, kata dia, ada pula permasalahan-permasalahan lainnya.

"Beberapa persoalan tersebut menyangkut APK yang masih bertebaran, ketersediaan logistik yang masih belum terpenuhi sesuai dengan kebutuhan serta dokumen-dokumen saksi yang tidak terdistribusi secara maksimal," kata Yusfitriadi, Senin (15/4/2019).

Ia mengatakan bahwa pihaknya menemukan permasalahan-permasalahan ini di beberapa daerah lainnya seperti Depok, Bekasi, Bandung dan tidak menutup kemungkinan juga terjadi di wilayah-wilayah lainnya.

Terkait APK, ia mengatakan bahwa pihaknya mndorong kepada Bawaslu dan stakeholder terkait untuk segera membersih APK peserta pemilu yang masih bertebaran.

Selain itu, mendesak KPU RI segera merespon atas kekurangan logistik di seluruh Indonesia yang masih belum terpenuhi.

"Jika tidak segera direspon tentu tidak hanya akan menimbulkan stigma negative terhadap penyelenggara pemilu, yang lebih penting adalah dihawatirkan tidak berjalannya tahapan pungut hitung di tempat-tempat yang masih banyak kekurangan logistiknya," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya mendorong Bawaslu untuk menyampaikan secara terbuka kepada publik hasil pengawasannya terkait ketersediaan logistik.

Selain itu, ia juga meminta seluruh elemen masyarakat untuk segera mengantisipasi kondisi cuaca buruk dan menjamin keamanan logistik.

"Juga kepada seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Jawa Barat pada khususnya, untuk tidak terprovokasi, tidak menyebarkan informasi bohong dan ujaran kebencian, serta mengikuti proses pemungutan dan penghitungan suara dengan aman, damai, berintegritas dan beradab," ungkapnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved