Sebentar Lagi Akan Panen Singkong, Warga Layangkan Somasi Ke Perusahaan Karena Akses Jalan Terhalang

Akses jalan menuju lahan perkebunan singkong di Kampung Parung Banteng, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor terhalang.

Sebentar Lagi Akan Panen Singkong, Warga Layangkan Somasi Ke Perusahaan Karena Akses Jalan Terhalang
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kuasa hukum perwakilan warga Kampung Parung Banteng, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor yang protes karena akses keluar masuk perkebunan singkongnya terhalang 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Akses jalan menuju lahan perkebunan singkong di Kampung Parung Banteng, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor terhalang.

Akibatnya warga pun menggunakan kuasa hukum untuk melakukan somasi atas kondisi tersebut.

Kuasa hukum pemilik lahan perkebunan singkong Dwi Arswendo menjelaskan bahwa lahan yang aksesnya terhalang tersebut merupakan lahan produktif yang sedang ditanami singkong.

"Itu lahan produktif, dan karena terhalang jadinya warga sulit untuk akses kek kebun itu untuk melakukan aktifitas perkebunan, padahal sebentar lagi akan panen," katanya Senin (15/4/2019) di Pengadilan Bogor.

Dwi menjelaskan bahwa lahan yang aksesnya terhalang tersebut itu seluas 15.000 meter per segi.

Menurutnya akses warga tersebut terhalang oleh  PT.GSA dan Perumahan Bogor Raya menggunakan panel-panel.

Dwi menjelaskan pihaknya dan perusahaan sudah pernah melakukan mediasi.

"Pada 5 Desember 2018 warga telah melakukan pertemuan dengan Jasamarga dan PT. Gunung Suarna Abadi, tetapi pihak Pemerintah Kota Bogor tidak hadir dan hanya diwakili oleh Lurah dan Camat dan sampai saat ini pekerjaan sudah selesai warga belum juga mendapatkan akses, disitu sudah diimbau bahkan dilakukan penekanan oleh pihak Jasamarga kepada pihak PT. GSA untuk memberikan akses jalan kepada lahan warga tersebut," katanya.

Namun karena tak kunjung diberi akses jalan, warga pun melalui kuasa hukum mengambil langkah somasi.

"Langkah somasi ini kita lakukan untuk mendapatkan respon dari pemerintah kota bogor dan pihak PT. GSA kalau tidak ada respon maka kita akan memberikan deadline selama tiga hari, dan jika masih tidak ada tanggapan kita akan melayangkan somasi kedua dan melayangkan gugatan perbuatan melawan hukum ke Pengadilan Negeri Bogor," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan dari pihak PT GSA terkait terhalangnya akses warga ini.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved