Pemilu 2019

KPU Ingin Tunjukkan Pemilu di Indonesia Berlangsung Transparan

Arief Budiman, mengatakan melalui penyelenggaraan pemilihan umum 2019, Indonesia dapat menginspirasi negara lain.

KPU Ingin Tunjukkan Pemilu di Indonesia Berlangsung Transparan
dokumentasi TribunnewsBogor.com
Arief Budiman, Ketua KPU Republik Indonesia, saat kunjungan ke Kantor KPUD Kota Bogor, Minggu (4/3/2018). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman, mengatakan melalui penyelenggaraan pemilihan umum 2019, Indonesia dapat menginspirasi negara lain.

"Kami ingin mempromosikan demokrasi Indonesia yang baik kepada banyak negara dan sebetulnya praktek ini sudah kita terapkan dalam beberapa tahun terakhir dan banyak negara kemudian mengadopsi cara berpemilu yang dilakukan di Indonesia," kata Arief Budiman, Rabu (17/4/2019).

Untuk itu, pihaknya mengajak pemantau asing ke beberapa TPS.

Salah satunya ke Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur.

Tujuan untuk menunjukkan kepada dunia internasional, pemilihan umum di Indonesia berlangsung sangat transparan.

"Kami ingin menunjukan pemilih di Indonesia sangat terbuka transparan, semua orang bisa mengakses. Bukan hanya mengakses di TPS. Bahkan, mereka dari rumah-rumah bisa mengakses siapa pemilihnya, siapa peserta pemilu, bagaimana profilnya. Bahkan di bagian akhir mereka bisa mengakses hasil penghitungan suara, ini kita mau tunjukan kepada mereka," katanya.

Rutan Salemba

Pasangan calon Presiden Prabowo-Sandiaga unggul perolehan suara dari pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di rumah tahanan (Rutan) Klas I Salemba, Jakarta Pusat.

Prabowo-Sandiaga unggul di enam dari tujuh tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di Rutan tersebut, yaitu TPS 72, 72, 74, 75, 76, dan 77.

Sementara, pasangan Jokowi-Ma'ruf hanya unggul di satu TPS, yaitu TPS 73.

Halaman
12
Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved