Merokok Saat Hamil Ternyata Bisa Bahayakan Bayi, Meski Hanya Satu Batang

Untuk ibu yang merokok 1 hingga 20 batang per hari, setiap tambahan rokok meningkatkan kemungkinan SUID sebesar 0,07 kali.

Merokok Saat Hamil Ternyata Bisa Bahayakan Bayi, Meski Hanya Satu Batang
Pixabay
Ilustrasi ibu Hamil merokok 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Bahaya rokok bagi ibu Hamil sudah dibuktikan penelitian sejak dulu. Dalam studi terbaru, klaim bahaya rokok bagi ibu Hamil semakin dikuatkan.

Studi tersebut memaparkan, 22 persen dari kematian Bayi mendadak (SUID) di Amerika Serikat dapat dikaitkan karena kebiasaan ibu merokok selama kehamilan.

Studi ini menganalisis lebih dari 20 juta angka kelahiran hidup dan 19.000 kasus SUID.

Merokok selama kehamilan--sekalipun hanya satu batang rokok--meningkatkan risiko SUID sampai dua kali lipat.

Untuk ibu yang merokok 1 hingga 20 batang per hari, setiap tambahan rokok meningkatkan kemungkinan SUID sebesar 0,07 kali.

SUID merupakan sindrom kematian mendadak, mati lemas secara tidak sengaja dan tercekik di tempat tidur, dan kematian Bayi di bawah 1 tahun lainnya karena sebab yang tidak diketahui.

Meskipun bahaya merokok selama kehamilan sudah umum diketahui, sekitar 7 persen perempuan Hamil di AS disebut tetap merokok selama kehamilan.

"Berhenti merokok menghasilkan pengurangan terbesar dalam risiko SUID, tetapi setiap rokok yang dapat dikurangi juga diperhitungkan," kata dokter spesialis Obgyn, Rebecca Starck.

Lorraine Warren, Paranormal yang Jadi Inspirasi Film The Conjuring Meninggal Dunia

Pria Ini Lolos dari Ledakan Bom Sri Lanka Gara-gara Terlambat Sarapan

Rencanakan ke depan

Starck melanjutkan, ketika mencoba untuk berhenti, perokok harus mengubah lingkungan yang menempatkan mereka pada risiko kembali ke kebiasaan lama.

Hal itu bisa dimulai dari mengenali pemicu keinginan merokok, apakah mereka stres, kebiasaan atau pemicu sosial, dan memastikan orang yang mereka cintai sadar dan mendukung keputusan mereka untuk berhenti.

"Saya memberi tahu mereka bahwa begitu mereka berhenti merokok, mereka tidak dapat 'hanya memilikinya', karena mereka akan mendapati tiba-tiba kembali merokok sebungkus per hari," tambahnya.

Konseling tambahan ke dokter atau intervensi lain untuk berhenti merokok juga membantu keberhasilan.

Namun, jika ada perempuan tidak dapat berhenti sendiri atau dengan konseling, American College of Obstetrics and Gynecologists merekomendasikan penggunaan terapi penggantian nikotin di bawah pengawasan ketat seorang dokter.

Cerita Guru Ngaji Saat Tebus Baim Wong yang Ketahuan Curi Kaset Sega di Toko : Dulu Hampir Dipenjara

Ramalan Zodiak Hari Ini 22 April 2019 - Libra Dapat Keberuntungan, Scorpio Jangan Gampang Tertipu !

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sekalipun Sebatang, Merokok saat Hamil Bahayakan Bayi",
Penulis : Kahfi Dirga Cahya
Editor : Lusia Kus Anna

Editor: khairunnisa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved