PKL Pasar Anyar Kembali Gelar Lapak di Badan Jalan, Ketagasan Pemkot Bogor Dipertanyakan

Pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Dewi Sartika kembali menggelar dagangannya di atas badan jalan.

PKL Pasar Anyar Kembali Gelar Lapak di Badan Jalan, Ketagasan Pemkot Bogor Dipertanyakan
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Dewi Sartika kembali menggelar dagangannya di atas badan jalan. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pedagang kaki lima ( PKL) di Jalan Dewi Sartika kembali menggelar dagangannya di atas badan jalan.

Patok pembatas yang semula dinletakan dibelakang badan jalan pun kembali dimajukan.

Padahal paska penertiban yang dilakukan oleh Pemkot Bogor (31/4/2019) kemarin para pedagaang sudah memindahkan barang dagangan mereka dengan tidak berjualan di atas badan jalan.

Namun pada Rabu (1/4/2019) sejak pagi tadi deretan terpal, payung dan hamparan lapak pedagang sudah memadati Jalan Dewi Sartika.

Padahal jalan tersebut baru saja dibersihkan oleh petugas pemadam kebakaran paska penertiban.

Akibat dari maraknya PKL yang melanggar aturan batas berjualan itu ruas jalan jadi kembali menyempit.

Arus lalu lintas di jalan alternatif di Jalan Dewi Sartika pun tersendat.

Pengendara motor pun sulit melintas.

"Iya dagangnya dimana aja sih,terus tukang becak parkir juga dimana saja, jalan cuma segini, tapi mau gimana lagi ya mas," kata Hairul seorang pejalan kaki.

Terkait adanya para pedagang yang kembali berjualan ketegasan Pemerintah Kota dalam menerapkan aturan pun dipertanyakan.

Pasalnya saat penertiban kemarin Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim berujar bahwa Pemkot akan melakukan tindakan keras yang terukur jika para pedagang melanggar batas yang sudah disepakati.

"Kalau mereka tidak mematuhi kita punya alasan untuk menertibkan lebih keras lagi saat ini kita kasih kesempatan mereka untuk menertibkan diri kita sampaikan pesan kepada mereka kalau mau tertib mangga kalau enggak mau tertib kita lakukan tindakan yang lebih keras terstruktur, terukur dan lebih masif," kata Dedie A Rachim.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved