Ramadan 2019

Perbanyak Pahala di Bulan Ramadan, Santri di Pesantren Ini Khatam Al Quran 10 Hari Pertama

Berbuat baik di bulan suci Ramadan adalah cara terbaik setiap manusia untuk berlomba-lomba mendapatkan pahala berlimpah dari Allah SWT.

Perbanyak Pahala di Bulan Ramadan, Santri di Pesantren Ini Khatam Al Quran 10 Hari Pertama
ist
ilustrasi membaca Al Quran 

Laporan Wartawan Tribunnewsbogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOJONGGEDE - Banyak cara dilakukan umat muslim untuk mendapatkan pahala di bulan suci Ramadan 1440 H.

Berbuat baik di bulan suci Ramadan adalah cara terbaik setiap manusia untuk berlomba-lomba mendapatkan pahala berlimpah dari Allah SWT.

Hal ini pula yang dilakukan para santri di Pondok Pesantren Miniatur Madinah Al- Amien yang berlokasi di Jalan Akses Villa Asia Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Selama bulan Ramadan, pondok pesantren tersebut memiliki kegiatan yang menfokuskan pada penguatan habluminallah dan habluminannas.

"Di bulan Ramadan difokuskan kepada kegiatan yang benar-benar menguatkan habluminallah hubungan dengan Allah SWT, juga tadi hubungan dengan manusia habluminannas. Siang hari santri menguatkan kajian Agama khusus, kemudian juga menguatkan tilawah Al Quran di pagi hari, di setiap setelah salat 5 waktu," ujar Yahya salah satu ustaz kepada Tribunnewsbogor.com, Sabtu (11/5/2019).

Selain itu, dalam menguatkan habluminallah, santri di pondok pesantren ini diwajibkan untuk khatam Al Quran di 10 hari awal Ramadan.

Pondok Pesantren Miniatur Madinah Al- Amien yang berlokasi di Jalan Akses Villa Asia Bojonggede, Kabupaten Bogor.
Pondok Pesantren Miniatur Madinah Al- Amien yang berlokasi di Jalan Akses Villa Asia Bojonggede, Kabupaten Bogor. (TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne)

"Untuk habluminallah, selama 2 pekan, santri berada di sini. Dalam 10 hari pertama Ramadan santri wajib mengkhatamkan Al Quran. Jadi, setiap hari santri harus membaca minimal 3 juzz," sambungnya.

Terkait habluminannas, santri yang menuntut ilmu di pesantren tersebut wajib untuk memupuk rasa kepedulian terhadap sesama manusia.

"Untuk habluminannasnya, santri dituntut kepeduliannya terhadap sesama manusia. Mereka diminta iuran untuk infak, kemudian mereka masak sendiri, lalu di hari tertentu mereka membagikan takjil kepada masyarakat," pungkasnya.(*)

Penulis: Yudistira Wanne
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved