Marak Jual Beli Data Pribadi Nasabah Kartu Kredit, Dari Gaji Hingga Nama Orangtua

Ia mengklaim seluruh data itu merupakan data pribadi nasabah yang mengajukan aplikasi kartu kredit salah satu bank swasta tahun 2017-2018.

Marak Jual Beli Data Pribadi Nasabah Kartu Kredit, Dari Gaji Hingga Nama Orangtua
KOMPAS/DOKUMENTASI
Keterangan penghasilan berupa slip gaji, dan rekening koran, menjadi beberapa persyaratan mengajukan kartu kredit ke bank. Oleh sebagian kalangan tenaga pemasaran, data terkait penghasilan dan rekening tabungan itu potensial diperjualbelikan untuk kepentingan pemasaran produk perbankan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Informasi data pribadi diperjualbelikan secara bebas dengan harga bervariasi di kalangan tenaga pemasaran kartu kredit.

Begitu hasil dari investigasi Kompas.

Data yang dijual berisi informasi nama, nomor telepon, alamat, hingga nama orangtua.

Namun ada juga yang dilengkapi dengan informasi kemampuan finansial pemiliknya.

Data pribadi tanpa dilengkapi kemampuan finansialnya dijual Rp 300 per data.

Sementara yang dilengkapi informasi kemampuan finansial pemiliknya dibandrol Rp 20.000 - Rp 50.000 per data.

Seperti dilansir Kompas Senin (13/5/2019), RF, seorang tenaga pemasaran kartu kredit, pada pertengahan bulan lalu, menawarkan 1.101 data nasabah seharga Rp 350.000, atau sekitar Rp 318 per data.

Ia mengklaim seluruh data itu merupakan data pribadi nasabah yang mengajukan aplikasi kartu kredit salah satu bank swasta tahun 2017-2018.

“Data ini berisi data nasabah cc (credit card),” katanya.

Kompas lantas menghubungi Yanti (45), salah satu nama dalam data pribadi yang dijual RF.

Halaman
1234
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved