Iklan Hago Dianggap Lecehkan Profesi Guru Hingga Ditegur KPI, Begini Respon Pihak Hago

Dalam iklan itu, digambarkan bahwa seorang guru memperlakukan murid secara spesial karena menang dalam sebuah permainan online.

Iklan Hago Dianggap Lecehkan Profesi Guru Hingga Ditegur KPI, Begini Respon  Pihak Hago
Capture Youtube
Iklan Hago yang dianggap melecehkan guru. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI) meminta lembaga penyiaran untuk menghentikan penayangan iklan aplikasi permainan Hago yang beredar di sejumlah stasiun televisi pada Selasa (14/5/2019).

Kebijakan KPI ini dibuat setelah iklan Hago di enam stasiun televisi itu dianggap melecehkan guru.

Dalam iklan itu, digambarkan bahwa seorang guru memperlakukan murid secara spesial karena menang dalam sebuah permainan online.

Iklan itu bahkan membuat warganet membuat petisi yang mendesak Hago untuk minta maaf karena melecehkan guru.

Petisi itu dapat dilihat dalam tautan ini.

Menanggapi hal tersebut, Country Manager Hago Indonesia, Valen Fan berterima kasih atas segala masukan dan kritik yang diberikan terhadap iklan Hago.

"Kami meminta maaf terhadap semua pihak, terutama terhadap para guru Indonesia, terkait iklan yang menunjukkan interaksi guru dan murid," ujar Valen kepada Kompas.com, Selasa (14/5/2019). 

Menindaklanjuti permintaan maaf itu, Hago memutuskan untuk menghapus konten iklan di seluruh stasiun televisi dan akun resmi Hago pada Senin (13/5/2019).

"Kami juga ingin mengajak masyarakat untuk menghentikan penyebaran video yang dinilai tidak pantas melalui akun media sosial agar tidak menyakiti pihak-pihak tertentu," ujar Valen.

Valen memahami bahwa pesan yang ingin disampaikan Hago dalam iklan tersebut tidak tersampaikan dengan baik.

"Ide dari iklan ini adalah menggambarkan bahwa bermain game dapat membantu semua orang, dari berbagai latar belakang, untuk membangun hubungan dan interaksi sosial yang menyenangkan. Kami sadar, pesan ini tidak tersampaikan secara baik." ujar dia.

Hago Indonesia berterima kasih kepada semua pihak, terutama masukan dari publik yang membantunya untuk terus belajar menjadi lebih baik dan mampu memberikan perngalaman terbaik dan mendidik kepada pengguna. (Retia Kartika Dewi)

(Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Iklannya Dianggap Melecehkan Guru, Hago Minta Maaf)

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved