Pilpres 2019

Soal Surat Wasiat, BPN Sebut Itu Komitmen Prabowo kepada Masyarakat

Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan rencana capres Prabowo Subianto untuk membuat surat wasiat adalah mempertegas komitmennya kepada rakyat.

Soal Surat Wasiat, BPN Sebut Itu Komitmen Prabowo kepada Masyarakat
Kompas.com
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, keluar dari Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Selasa (16/10/2018).(Kompas.com/Sherly Puspita) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan rencana capres Prabowo Subianto untuk membuat surat wasiat adalah mempertegas komitmennya kepada rakyat.

Komitmen yang dimaksud adalah menghadirkan pemilihan umum yang berkeadilan dan tanpa kecurangan.

“Surat wasiat itu menunjukkan komitmen Prabowo kepada masyarakat bahwa saat ini adalah “point of no return”, Prabowo akan terus berdiri bersama rakyat menghadirkan keadilan,” tegas Dahnil Anzar Simanjuntak ditemui di posko pemenangan BPN di Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu (15/5/2019).

Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan sebelumnya banyak masukan dari pendukung yang menyatakan khawatir Prabowo akan bersikap seperti pada Pemilu 2014.

“Para pendukung khawatir Pak Prabowo akan bersikap seperti pada tahun 2014 yaitu mengakui secara berbaik sangka tak ada masalah apa-apa serta ikhlas menghadapi hasil Pemilu,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Itu yang tak diinginkan para pendukung, dan itu sudah disampaikan ke Pak Prabowo, Pak Prabowo mengatakan dalam kondisi apa pun dia akan bersama rakyat dan sudah membuat surat wasiat sebagai komitmennya,” imbuhnya.

Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan Prabowo Subianto sudah mengumpulkan ahli hukum untuk menyusun surat wasiat tersebut.

“Saat ini sedang disusun dan berdiskusi dengan para ahli hukum karena Pak Prabowo ingin melihat surat wasiat itu berdampak bagi perspektif hukum, tapi saya belum tahu siapa saja,” terang Dahnil.

Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan surat wasiat dipilih Prabowo Subianto karena menggambarkan proses demokrasi Indonesia yang mati saat ini.

“Surat wasiat karena demokrasi kita mati saat ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam pidatonya di acara pengungkapan data serta fakta kecurangan di Hotel Grand Sahid kemarin Selasa (14/5/2019) Prabowo Subianto menyatakan akan segera mengumpulkan ahli hukum dan membuat surat wasiat.

"Setelah ini saya ke Kertanegara saya akan kumpulkan ahli hukum saya akan buat surat wasiat saya. Saya katakan gak usah nakut-nakutin kita dengan makar-makar," kata Prabowo.

“Sekarang ini tokoh bangsa ini bukan makar jenderal itu mempertaruhkan nyawanya sejak muda mereka tidak makar, Tiasno tidak makar, Iwan Fuad tidak makar, Tejo Edi tidak makar, amien rais tidak makar, Djoko Santoso tidak makar," kata Prabowo Subianto.

“Kita membela Bangsa Indonesia, jangan takut-takuti dengan senjata yang diberikan oleh rakyat, " kata Prabowo Subianto.

 (Tribunnews.com, Rizal Bomantama)

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved