Pilpres 2019

Soal Rencana 'People Power' Sandiaga Uno Mengaku Tak Bisa Melarang : Itu Keputusan Relawan

Sandiaga Uno menuturkan, sampai saat ini mereka masih tetap berbaik sangka kepada KPU

Soal Rencana 'People Power' Sandiaga Uno Mengaku Tak Bisa Melarang : Itu Keputusan Relawan
Tribunnews.com/Rizal Bomantama
Cawapres 02 Sandiaga Uno dan istri Nur Asia usai melaksanakan ibadah nifsu syaban di Masjid At-Taqwa, Selong, Kebayoran Baru, Jaksel, Sabtu (20/4/2019) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sandiaga Uno, calon wakil presiden nomor urut 02 akhirnya angkat bicara soal isu people power jelang pengumuman hasil Pemilu 2019.

Sandiaga Uno menilai, gerakan massa pendukung menuju Ibu Kota tak bisa dilarang.

Pasalnya, hal tersebut merupakan keputusan relawan di daerah masing-masing untuk menyampaikan aspirasi.

"Soal itu kami tidak bisa mendikte dan lain sebagainya. Kami sampaikan, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari penyelenggara pemilu untuk melakukan perbaikan," kata Sandiaga Uno di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (17/5/2019).

Sandiaga Uno menambahkan, meskipun para relawan akan melakukan aksi di kantor KPU, dia berharap bisa berlangsung dengan aman dan tertib serta tak melanggar hukum.

"Semua hal harus dalam koridor hukum dan taat konstitusi. Dalam koridor damai dan tenteram. Kita tidak ingin Indonesia itu tidak damai. Kita semua ingin semuanya damai tenteram," ujar mantan Wakil Gubernur DKI tersebut.

Dia menuturkan, sampai saat ini mereka masih tetap berbaik sangka kepada KPU meskipun sebelumnya Bawaslu menemukan adanya pelanggaran dari penyelenggara, terutama dalam input data di Situng KPU.

Kesalahan input data tersebut, lanjut Sandi, diharapkan dapat segera diperbaiki sesuai hasil temuan Bawaslu.

"Banyak pelanggaran lain yang kami harapkan diperbaiki sehingga pemilu jurdil bisa dihadirkan untuk masyarakat," kata dia.

Kecewa Sama AHY, Andre Rosiade Sebut Putra SBY Jalankan Manuver Zig Zag, Ini Reaksi Demokrat

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengimbau masyarakat untuk tidak terbawa dalam arus polemik politik yang saat ini sedang panas.

Ketua GNPF-U Bogor Ditangkap Polisi, Kapolresta : Insya Allah Kita Kembalikan

Situng KPU Data Masuk 87,88 % - Jokowi-Maruf Unggul dengan Selisih 11,7 %

Halaman
1234
Editor: Soewidia Henaldi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved