Breaking News

Satu Tahun Jokowi dan JK

Survei Poltracking: Prabowo Kini Kalahkan Jokowi

Temuan ini berbanding lurus dengan tingkat kepuasan publik terhadap Partai Gerindra.

Editor: Dahlan Dahi
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Iring-iringan mobil Presiden RI Joko Widodo saat keluar dari Pintu 4 Kebun Raya Bogor, Selasa (20/10/2015). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, JAKARTA - Elektabilitas (tingkat keterpilihan) Prabowo Subianto kini mengalahkan Joko Widodo alias Jokowi.

 Turunnya elektabilitas Jokowi, yang pada pilpres lalu mengalahkan Prabowo, karena kinerjanya selama satu tahun memimpin pemerintahan dianggap tidak memuaskan.

Demikian TribunnewsBogor.com mengutip hasil survei terakhir Poltracking Indonesia yang dilansir Kompas.com.

Poltracking Indonesia melakukan survei terkait kepuasan publik pada kinerja satu tahun pemerintahan Jokowi dan korelasinya dengan figur yang dipilih masyarakat saat ini.

Berikut hasil survei elektabilitas:

1. Prabowo 33,05 persen

2. Jokowi 31,37 persen

3. Susilo Bambang Yudhoyono 15,58 persen

Jokowi, yang berpasangan dengan Jusuf Kalla, maju sebagai calon presiden dengan partai pengusung utama PDIP.

Adapun Prabowo Subianto saat ini masih memimpin Partai Gerindra.

Sedangkan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

"Bukan elektabilitas Prabowo yang meningkat, tapi Jokowi yang merosot," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yudha, di Jakarta, Selasa (21/10/2015).

"Ibarat balapan, kecepatan Prabowo tetap, tapi kecepatan Jokowi menurun,"  

Temuan ini berbanding lurus dengan tingkat kepuasan publik terhadap Partai Gerindra.

Meski secara keseluruhan kinerja partai politik dan DPR dinilai rendah, tapi publik memosisikan Gerindra sebagai partai dengan kinerja memuaskan.

Posisi selanjutnya adalah PDI Perjuangan dan Partai Demokrat dalam tiga besar. 

"Memperhatikan keinginan rakyat menjadi kunci bila partai-partai ingin meraih simpati dan meraup suara publik," kata Hanta.

Pengumpulan data survei dilakukan oleh Poltracking Indonesia pada 7-14 Oktober 2015.

Survei dilakukan dengan pendanaan internal. Tingkat kepercayaan survei ini diklaim mencapai 95 persen.(*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved