Peneliti Temukan Opah, Ikan Berdarah Panas Pemburu Cumi-cumi

Ikan temuan baru ini memiliki bentuk dan ukuran yang mirip dengan roda mobil.

Tayang:
Editor: Vovo Susatio
Daily Offbeat
Peberapa peneliti kelautan di California, AS menemukan ikan berdarah panas pertama di dunia. Dibandingkan ikan-ikan pada umumnya, bentuk ikan ini tergolong sangat unik. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Peneliti kelautan di California, Amerika Serikat memecahkan anggapan seluruh ikan masuk golongan hewan berdarah dingin (ektotermik).

Beberapa peneliti kelautan dari California meneliti ikan berdarah panas yang pertama kali diketahui ada di dunia.

Ikan yang diberi nama opah atau moonfish (secara ilmiah dikenal dengan Lampris guttatus) adalah ikan berdarah panas pertama yang ditemukan.

Dibandingkan ikan-ikan pada umumnya, bentuk ikan ini tergolong sangat unik.

Ikan temuan baru ini memiliki bentuk dan ukuran yang mirip dengan roda mobil.


Daily Offbeat
Ikan diberi nama opah atau moonfish (secara ilmiah dikenal dengan Lampris guttatus) adalah ikan berdarah panas pertama yang ditemukan.

Ikan ini ditemukan oleh tim ahli biologi yang dipimpin oleh Nicholas Wegner dari National Oceanic and Atmopheric Administration (NOAA) yang berbasis di La Jolla, California.

Sebagai endotermik atau spesies berdarah panas, opah memiliki kemampuan untuk menjaga suhu tubuh.

LiveScience melaporkan, ikan unik ini mampu bertahan bahkan ketika menyelam di kedalaman 296 meter di samudera tropis atau subtopris yang dingin di berbagai belahan dunia.

Saat berenang di kedalaman, tulis LiveScience, suhu tubuh ikan opah meningkat, yang memungkinkan ikan ini untuk mempercepat proses fisiologi dalam tubuh mereka.

Karakteristiknya opah yang berdarah panas akan membantu ikan ini menjadi predator yang lebih ganas.

Opah mampu berenang lebih cepat dan memiliki daya penglihatan lebih jelas untuk menangkap mangsanya.

“Akibatnya, otot-ototnya bisa berkontrasi lebih cepat, resolusi temporal mata meningkat, dan transmisi saraf bekerja lebih cepat,” kata Wagner kepada LiveScience.
“Kecepatan berenangnya juga meningkat, begitu juga dengan respon serta visinya.”

Tim peneliti berhasil mengonfirmasi temauan mereka setelah menempelkan monitor suhu di tubuh opah yang banyak beredar di perairan barat Amerika Serikat.

Discovery News menulis, sebagai ikan perenang jauh di pedalaman, suhu tubuh opah lebih hangat dibanding suhu air di sekitarnya.

Awalnya Wegner beranggapan ikan ini adalah jenis ikan yang gerakannya lambat.

Tapi setelah tahu bahwa opah memiliki kemampuan menaikkan suhu tubuhnya, Wegner mengubah persepsinya.

“Mereka adalah predator yang sangat aktif yang mengejar mangsa yang lincah seperti cumi-cumi, mereka juga mampu bermigrasi ke tempat yang jauh,” ujar Wegner dalam sebuah siaran pers.

Sumber: Intisari
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved