Breaking News:

Septic Tank Menebar Penyakit, Ini Cara Perawatannya

Banyak orang merasa tidak perlu menguras tangki septik di rumah mereka, karena memang tidak ada keluhan seperti tidak penuh atau tidak mampet

Editor: Vovo Susatio
Intisari/Tjahyo
Instalasi Pengolahan Air Limbah di Semanggi, Surakarta, Jawa Tengah. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Tangki septik (septic tank) di rumah Anda secara berkala mesti disedot oleh truk tinja,

Selama ini banyak orang merasa tidak perlu menguras tangki septik di rumah mereka, karena memang tidak ada keluhan seperti tidak penuh atau tidak mampet.

Itu sebabnya banyak pemilik rumah membiarkan begitu saja tangki septiknya selama bertahun-tahun tanpa perawatan.

Padahal, seharusnya tangki septik harus dikuras minimal tiga tahun sekali.

Tujuannya agar air tangki septik tidak merembes dan mencemari lingkungan.

Asal tahu saja, air dari hasil penguraian tinja ini bisa saja keluar dan mencemari sumber air tanah.

Nah, apabila air tanah itu kemudian digunakan untuk keperluan sehari-hari mulai dari mandi, cuci, bahkan sampai dikonsumsi, maka bakteri e.coli yang berasal dari kotoran manusia dapat menyebabkan berbagai penyakit, antara lain diare.

Kesadaran untuk menyedot tinja secara berkala ini ternyata sudah tumbuh di Kota Surakarta, dengan peresmian Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2) pada Jumat (23/10) di Rumah Dinas Walikota Surakarta.

Rencananya, dengan program L2T2 ini maka secara bertahap nantinya setiap rumah tangga di Surakarta akan mendapat layanan penyedotan tinja secara terjadwal, minimal dalam 3 tahun.

Selama ini masyarakat di perkotaan masih membuang limbah tinja ke tangki septik.

Halaman
12
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved