Koboi Jalanan di Bogor

Inilah SMS Terakhir Korban Penembakan Serda YH, Masih Tersimpan di Ponsel Nokia

"mau minyak wangi ga?"

Tayang:
Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Suut Amdani
TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya
Isi percakapan antara Melania Sagita (16) dengan ayahnya, Marsin Sarmani alias Japra (40) korban penembakan oleh oknum TNI. 

Laporan wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pesan singkat terakhir antara Melania Sagita (16) dengan ayahnya, Marsin Sarmani alias Japra (40) masih tersimpan hingga sekarang.

Anak pertama korban penembakan Serda YH ini terpukul.

Ia lebih suka mengurung diri di dalam kamarnya.

Isi SMS terakhirnya, berisi minyak wangi.

"mau minyak wangi ga?" tulis Melania Sagita dalam SMS yang masih tersimpan di ponsel ayahnya.

Baca juga: Wanita yang Bersama Serda YH Ternyata Agen

Melania Sagita baru bisa membelikan minyak wangi yang disukai ayahnya sejak lama.

"Memang kan si Mela suka pakai minyak wangi kaya cowok," kata istri Japra, Siti Marsito, kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (6/11/2015).

"Nah bapaknya juga suka, jadi suka bareng, bapaknya pernah minta dibeliin," lanjut Siti Marsitoh.

Permintaan Japra, baru bisa dipenuhi oleh Mela pada Selasa (3/11/2015).

"Pak mau minyak wangi gak? Ini minyak wanginya sudah ada, Mela taro di meja belajar yah," kata Siti sambil memperagakan percakapan Mela saat itu.

Jelas saja, batin Mela kini sangat terpukul karena belum sempat memberikan langsung minyak wangi pesanan ayahnya.

"Pengen ketemu banget si Mela mah, soalnya waktu Selasa ditunggui tidak datang-datang," ujarnya.


TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya

Irgi Ananda Pasha (5) anak kedua Japra, belum mengerti, ayahnya sudah meninggal.

"Sudah dikasih tahu tapi tetap nanyain karena belum mengerti," ujarnya.

Menurut Siti, setiap hari Irgi terus menanyakan kemanan Japra.

"Tiap bangun tidur, mah bapak kemana sih mah kok gak pulang-pulang, nanya begitu terus," kata Siti.

Siti pun sudah berupaya untuk menjelaskan, bahwa kini Japra sudah tak lagi hidup.

Marsin Sarmani alias Japra (40) tewas ditembak seorang oknum TNI berpangkat Serda berinisial YH di Jalan Mayor Oking depan SPBU Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/11/2015) petang sekitar pukul 16.30 WIB.

Korban tewas dengan luka tembakan di bagian pelipis.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Auliya Djabar mengatakan, aksi penembakan yang dilakukan pelaku dilatarbelakangi senggolan antara motor korban dengan mobil Honda CRV yang dikemudikan pelaku.

"Pemicunya karena senggolan, pelaku tidak terima kemudian mengejar korban dan terjadilah penembakan," ujar AKP Auliya Djabar kepada TribunnewsBogor.com.

Polisi Tangkap Pelaku

Kapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto mengatakan, pelaku penembakan Marsin Sarmani alias Japra (40) adalah seorang anggota TNI.

"Pelaku sudah kami tangkap. Dia anggota TNI,"kata AKBP Suyudi.

Suyudi menjelaskan, pelaku berinisil YH, berpangkat Sersan Dua.

Pelaku sudah diamankan petugas Polsek Citeureup dan akan segera diserahkan ke Denpom TNI.

"Motif kejadian karena mobil pelaku bersenggolan dengan motor korban. Tapi, kita masih melakukan pengembangan dan mengumpulkan barang bukti," ujarnya.

Kapolres menjelaskan, pelaku berhasil ditangkap petugas Polsek Citeureup.

Proses pemakaman tampak dihadiri kerabat dan keluarga juga puluhan anggota TNI.

Informasi yang didapat Istri korban tidak bisa mengikuti proses memakamkan suaminya lantaran masih trauma.

Sejumlah anggota TNI dari Kesatuan Intel Kostrad pada Rabu siang melayat ke rumah duka Jafra korban penembakan oleh oknum TNI di Bogor, Jawa Barat.

Para tentara datang membawa bantuan berupa bahan pokok.

Namun, anak korban tiba-tiba menangis dan berteriak melontarkan makian menolak kedatangan dan bantuan dari pihak TNI tersebut.

Keluarga langsung menenangkan dan meminta pihak TNI memaklumi kehilangan mendalam seorang anak atas sosok Ayah mereka.

Pihak TNI berjanji akan membantu keluarga korban sesuai yang dibutuhkan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved