Perempuan Histeris Menjalani Upacara Pengusiran Setan, Hasilnya Mengejutkan

Orangtua Sanchez langsung berkesimpulan dan percaya bahwa putrinya itu “dikuasai” oleh roh-roh gentayangan, oleh setan

Editor: Vovo Susatio
Mirror.co.uk
Seorang perempuan meninggal dunia setelah upacara pengusiran setan yang dianggap merasuki dirinya di sebuah gereja lokal di Belize, Amerika Tengah. Media setempat melaporkan, alih-alih menyembuhkan, upacara ini justru membuat perempuan itu terkena serangan jantung. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Seorang perempuan justru meninggal dunia setelah upacara pengusiran setan yang dianggap merasuki dirinya di sebuah gereja lokal di Belize, Amerika Tengah.

Laporan media setempat, alih-alih menyembuhkan, upacara ini justru membuatnya terkena serangan jantung.

Dikutip dari Mirror.co.uk, orangtua perempuan 22 tahun yang dikenal dengan Jaquelin Sanches ini percaya bahwa putrinya itu kerasukan setan.

Kecurigaannya itu muncul kerena tiba-tiba putrinya mengidap beberapa penyakit yang tidak bisa dijelaskan secara medis, dan aneh.

Dalam satu kesempatan, Sanchez telah menderita kejang dan histeria, sementara dokter di rumah sakit Plan Tres Mil tidak mampu mendiagnosis penyakit yang dideritanya.

Tanpa pikir panjang, orangtua Sanchez langsung berkesimpulan dan percaya bahwa putrinya itu “dikuasai” oleh roh-roh gentayangan, oleh setan.

Hal ini juga dikuatkan dengan kenyataan bahwa ia pernah bermain papan Ouija.

Demi kesembuhan putrinya, orangtua Sanchez memutuskan untuk melakukan upacara pengusiran roh di gereja setempat.

Tapi apa daya, bukannya menyembuhkan, upacara pengusiran roh itu justru membunuh Jaquelin Sanches.

Kasus ini kabarnya tengah diselidiki oleh biro khusus untuk menangani kasus kejahatan di sana (FELCC), terutama kasus kematiannya.

Bagaimana pun juga, kematian Sanchez disebabkan oleh hal yang sifatnya natural, bukan supranatural.

“Laporan forensik menyebut bahwa gadis ini, diidentifikasi sebagai Jaqueline Sanchez, meninggal karena sakit akibat serangan jantung, dan memar dan luka pada tubuhnya karena trans bahwa ia menderita,” ujar juru bicara FELCC. (Moh Habib Asyhad)

Sumber: Intisari
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved