Ini Ritual Serentaun Kampung Budaya Sindang Barang

Gelaran Serentaun diisi dengan arak-arakan hasil bumi atau disebut dengan dongdang

Ini Ritual Serentaun Kampung Budaya Sindang Barang
TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana
Arak-arakan hasil bumi atau disebut dengan dongdang dalam Serentahun. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, TAMANSARI - Selain sebagai mempertahankan tradisi budaya Sunda, gelaran Serentaun di Kampung Budaya Sindang Barang juga sebagai wujud rasa syukur atas berkah yang diberikan tuhan.

Gelaran Serentaun diisi dengan arak-arakan hasil bumi atau disebut dengan dongdang.

Hasil bumi berupa panen kebun warga seperti, padi, sayur mayur, buah-buahan dan hasil ternak warga Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ada sekitar 10 dongdang yang datang dari tiap RW di Desa Pasir Eurih.

Sebelum diarak, para sesepuh adat melakukan ritual doa sambil membakar dupa.

Lalu, par warga yang mengarak dongdang diciprati air Cikukulu, air yang diambil dari tujuh mata air.

Lantas, dongdang diarak warga mulai dari Rumah Bali menuju Kampung Budaya Sindang Barang yang jaraknya kurang lebih 1 kilometer.

Arak-arakan dongdang diiringi oleh Rengkong, arak-arakan para pria yang memikul padi menggunakan bambu.

Lalu, arak-arakan juga diiringi oleh para mojang serta kesenian angklung gubrag yang dimainkan oleh kaum ibu.


TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana
Halaman
12
Penulis: Yudhi Maulana Aditama
Editor: Suut Amdani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved