Breaking News:

Awas ! Keris dan Batu Akik Terjaring Razia Jimat di Bogor

"Memiliki jimat itu syirik dan syirik itu dekat dengab syaitan dan dilarang dalam ajaran Islam,"

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Sejumlah benda yang dianggap jimat dirazia dalam acara Ruqyah massal di Masjid At-Taqwa, Balaikota Bogor, Sabtu (19/12/2015) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Jangan pernah membawa benda apapun yang dianggap jimat ke Bogor jika tidak ingin terjaring razia.

Seperti yang dialami sejumlah orang yang akan mengikuti acara Ruqyah yang digelar Yayasan Rehab Hati di Masjid At-Taqwa, Balaikota Bogor, Sabtu (19/12/2015).

Beberapa orang yang akan mengikuti acara itu harus menyerahkan benda apapun yang dianggap jimat ke panitia acara.

Di meja panitia berjejer benda seperti keris berbagai bentuk dan ukuran, batu akik, minyak wangi, golok, kertas bertuliskan huruf arab, kain putih dan kotak kecil berisi batu dan biji kenari.

Ustad Abdullah Azam seorang pengisi siraman rohani mengatakan, memiliki benda yang dianggap jimat adalah perbuatan syirik.


TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho 

Oleh karena itu bagi pemilik jimat yang ingin bertaubat tapi bingung harus membuangnya, panitia mempersilahkan para pemilik untuk menyerahkannya.

"Memiliki jimat itu syirik dan syirik itu dekat dengab syaitan dan dilarang dalam ajaran Islam," katanya.

Setelah menyerahkan benda yang dianggap jimat, para peserta yang kebanyakan anak muda akan menjalani rugyah massal di tempat yang sama.

Seorang peserta mengaku sengaja ikut ruqyah massal karena ingin membersihkan diri dan hati dan benda yang dimilikinya selama ini.

"Saya punya keris kecil dikasih sama orang pinter, tapi punya keris itu bawaannya emosi terus," kata pria yang minta namnya tidak disebutkan.

Bayu Iswahyudi, pengurus Yayasan Rehab Hati

Selain itu, acara tersebut memiliki tujuan untuk menjelaskan tentang gangguan gangguan yang dilakukan oleh para Jin.

"Kita menjelaskan tentang bagaimana cara jin mengajak manusia untuk sesat serta perbuatan apa saja yang bisa menimbulkan gangguan dari Jin itu sendiri," ujar Bayu Iswahyudi.(*)

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved