Hati-hati Melintasi Jalan di Kampung Tanpa Penghuni Ini, Mobil Bisa Terjebak

Ini jalan penghubung, kalau mau ke Cianjur, Cipanas, Cileungsi, atau sebaliknya mau ke Bogor

Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Vovo Susatio
TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya
Jalan penghubung berbagai daerah yang melintasi Kampung Gombong, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor hanya berlapis tanah, Minggu (20/12/2015. Kampung ini ditinggal penghuninya lebih dari setahun silam lantaran tanahnya riskan mengalami pergeseran. 

Laporan wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SUKAMAKMUR - Jalan yang membelah Kampung Gombong, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor sulit dilintasi jika diguyur hujan.

Kondisi jalan yang terputus pasca bencana pergeseran tanah pada Febuari 2014 lalu, membuat jalur penghubung antar daerah ini masih dalam bentuk tanah.

Alhasil, jika turun hujan, jalan yang panjangnya sekitar 300 meter ini sangat licin.

"Ini jalan penghubung, kalau mau ke Cianjur, Cipanas, Cileungsi, atau sebaliknya mau ke Bogor," kata Handi, seorang pengendara motor.

Baca: Horor, Kampung Ini Ditinggal Semua Penghuninya! Sudah Setahun Lebih

Tak sedikit mobil yang terjebak dalam lumpur sewaktu melintasi jalan di Kampung Gombong.

Sejak 17 Febuari 2014 silam, akses jalan di Kampung ini belum juga diperbaiki. Padahal, jalan ini merupakan akses utama, meski kampung ini sudah tak ada lagi penghuninya.

"Ini juga batu-batu dari gotong royong warga, dulu mah cuma tanah doang jalannya," kata Iwan seorang warga Kampung Gombong, kepada TribunnewsBogor.com

Baca : Diterjang Bencana, Subhanallah, Masjid dan Makam Sepuh Kampung Ini Masih Utuh

Kampung Gombong di Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor kondisinya amburadul pasca bencana.

Sudah tak ada lagi rumah warga yang utuh atau fasilitas lain selayaknya perkampungan.

Kalau malam tiba, kampung ini dipastikan gelap gulita, tanpa ada penerangan karena tak ada lagi penduduk bermukim di Kampung Gombong.

"Itu sudah tidak boleh lagi dibangun apa-apa," kata Kepala Desa Cibadak, M. Ulung, kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (18/12/2015).

Berdasarkan hasil riset, kata Ulung, tanah di seputar kampung tersebut sangat riskan mengalami pergeseran lagi.

Maka itu, sebanyak 84 kepala keluarga yang sebelumnya tinggal di sana diungsikan ke hunian sementara (huntara) tidak jauh dari kampung tersebut.

"Kalau jalan sudah mau dibangun lagi, cuma masih nunggu pembebasan satu lahan lagi," katanya.

Hingga kini, sebanyak 84 kepala keluarga masih tinggal di Huntara Kampung Cimuncang, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor Nurhayanti juga menyatakan, Kampung Gombong, sudah tidak bisa ditinggali lagi.

"Itu kan memang sudah tidak mungkin yah, tidak akan bisa ditinggali lagi oleh warga, jadi itu harus digeser," kata Nurhayanti kepada TribunnewsBogor.com, di Balaikota Bogor, Sabtu (19/11/2015).

Namun, kata dia, pemerintah daerah harus menyediakan lahan terlebih dahulu untuk menggeser lahan tersebut.

"Kan untuk menggeser itu juga perlu lahan yang tersedia, ini yang sedang dilakukan," jelasnya.

Selain menggeser lahan yang ada di kampung tersebut, kata bupati, pihaknya juga akan melakukan pembenahan jalan.

"Iya jalannya juga harus direlokasi. Itu kan nanti nyambung ke Puncak 2, jadi kita benahi terus," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved