Breaking News:

Sel Darah Merah Mudah Rusak Harus Transfusi Darah Dua Minggu Sekali

Jarak waktu transfusi darah setiap pasien berbeda-beda

TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti
Sebanyak 45 pasien Thalasemia mengantri sejak pagi untuk transfusi darah di RS PMI Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Vivi Febrianti

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kepala Ruang Thalasemia RS PMI Bogor, Sri Mulyanah mengatakan, pasien penderita thalasemia harus rutin melakukan transfusi darah sepanjang hidupnya.

"Kalau tidak transfusi darah, kondisi tubuhnya akan drop, karena HB nya semakin menurun," kata Sri Mulyanah kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (23/11/2015).

Jarak waktu transfusi darah setiap pasien berbeda-beda, tergantung kondisi dan usia pasien tersebut.

"Kalau kondisinya baik, bisa dua minggu sekali. Tapi kalau sudah buruk, bisa seminggu dua kali. Tergantung kondisi tubuhnya," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, pihak RS PMI Bogor tidak menjadwal pasiennya untuk melakukan transfusi darah.

"Kalau sudah drop, mulai lemas dan pucat, biasanya pasien harus dibawa ke sini untuk transfusi. Jadi tidak perlu mengikuti jadwal, tapi mengikuti kondisi tubuh," katanya.

Kondisi terbaik saat melakukan transfusi darah, kata dia, yakni saat HB nya berada di angka tujuh sampai delapan.

"Jangan sampai dibahwa enam HB nya. Karena kondisinya pasti sudah sangat drop," kata dia.

Dia menjelaskan, penyakit thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang ditandai dengan kondisi sel darah merah mudah rusak.

Halaman
12
Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Suut Amdani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved