Kepala Ruang Thalasemia Menangis Saat Pasien Tak Tertolong, Dulu Tempat Kerjanya Eks Ruang Rapat

Kalau badannya sudah drop sekali, baru transfusi. Akhirnya pada saat usianya tujuh tahun, tubuhnya sudah tidak sanggup lagi

Kepala Ruang Thalasemia Menangis Saat Pasien Tak Tertolong, Dulu Tempat Kerjanya Eks Ruang Rapat
TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti
Kepala Ruangan Thalasemia, RS PMI Bogor, Sri Mulyanah 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Vivi Febrianti

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Selama tujuh tahun terakhir Sri Mulyanah (46) mendedikasikan pengabdiannya di bidang kesehatan untuk melayani pasien thalasemia.

Sri Mulyanah saat ini bertugas sebagai Kepala Ruangan Thalasemia, RS PMI Bogor.

"Pertama itu tahun 2008, saat masih jadi kepala ruangan di Ruang Aster. Dulu pasiennya baru tiga," kata ibu empat anak ini, kepada TribunnewsBogor.com.

Seiring berjalannya waktu, kata dia, pasien thalasemia jumlahnya semakin banyak.

"Dulu kan belum ada ruang khusus, jadi masih gabung di Aster. Karena semakin banyak, tahun 2009 kami buat ruang meeting jadi ruang khusus pasien thalasemia," kenang Sri Mulyanah.

Di ruangan yang tidak seberapa besar itu, Sri Mulyanah dan rekan-rekannya menata empat tempat tidur untuk proses transfusi darah pasien thalasemia.

"Di tahun berikutnya, saya ruangan khusus. Kemudian pada tahun 2014, pindah ke sini, dengan ruangan lebih besar dan pasien lebih banyak. Saya jadi fokus pada pasien thalasemia saja," urainya.

Tujuh tahun bersama ratusan pasien thalasemia membuat Sri Mulyanah menjadi sangat dekat dengan para pasien.

"Saya sampai hafal, misalnya pasien mana saja yang belum transfusi. Biasanya saya telepon untuk segera datang," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Vovo Susatio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved