Kampung Asap Bogor
Kampung Asap di Bogor Menggiurkan, Banyak Warga Sewakan Lahan
Dalam satu hari pekerja mendapat upah Rp 250 ribu.
Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Soewidia Henaldi
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAMPEA - Kampung asap di Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat selama ini dimanfaatkan sebagian warga untuk mencari penghasilan.
Ratusan orang bekerja pada setiap cubluk (tempat pembakaran) kapur dengan alasan yang berbeda.
"Yang punya perorangan, kalau mau bikin cubluk, nyewa tanahnya Rp 700 ribu per bulan," kata seorang warga Kampung Mekar Jaya, Desa Ciampea, Yayah (59), kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (8/1/2016).
Yayah yang sudah tinggal di dekat lokasi pembakaran ini sejak tahun 1989 ini juga berpengalaman dalam dunia pertambangan.
"Dulu anak saya pernah kerja di pembakaran, cuma sekarang tidak, kalau bapak tidak pernah mau, lebih milih tani dari dulu juga," katanya.
Keuntungan bekerja di pembakaran ini, kata Yayah, cukup menggiurkan.
Baca juga : Kampung Asap di Bogor, Setiap Hari Warganya Menghirup Zat Kimia
Dalam satu hari pekerja mendapat upah Rp 250 ribu.
"Kalau bakar di satu cubluk itu Rp 1 juta dibayarnya, setiap cubluk ada empat pekerja, dibagi-bagi," katanya.
Penghasilan lain berasal dari hasil pengolahan kapur.
"Belum lagi kalau kapurnya sudah jadi, terus ada yang beli, dari yang beli dapat komisi, dari yang punya cubluk dapat komisi juga," ujarnya.
Maka itu, masyarakat sekitar yang bekerja di cubluk akan kebingungan ketika pembakaran dan penambangan ini ditutup.
"Mau cari kerja apa lagi coba, makanya agak sedikit dijaga supaya tidak ada yang ngusik," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/kampung-asap_20160108_162818.jpg)