Kisah Sukarto, Tukang Service Elektro Pinggir Jalan Yang Keberadaannya Mulai Langka
Pasang surut membuka usaha jasa reparasi pernah dirasakannya.
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Bima Chakti Firmansyah
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Keberadaan tukang reparasi elektro sudah mulai langka terlebih di wilayah perkotaan.
Pasalnya, beberapa tempat service barang elektro tidak bertahan lama.
Diakui Sukarto (45) seorang tukang reparasi barang elektro di Tanjakan Sarijan, Kelurahan Gunungbatu, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat yang masih bertahan hingga saat ini.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Sukarto bercerita awalnya ia profesinya sebagai teknisi di perusahaan elektronik ternama di Indonesia.
Namun dirinya merasa kurang nyaman bekerja sebagai teknisi, hingga akhirnya keluar dan memutuskan membuka usaha jasa perbaikan elektro.
Meski penghasilannya lebih tinggi sebagai teknisi di banding dengan membuka jasa reparasi, namun ia merasa nyaman.
"Yang penting kerja itu nyaman, memang saya membuka jasa service bukan tidak tau resikonya, tapi saya ambil resiko itu untuk menjadi lebih baik," ujarnya.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Sukarto tinggal di daerah Gunungbatu Bogor mempunyai seorang Istri dan tiga orang anak.
Dalam kesehariannya bekerja, ia dibantu dengan seorang anaknya bernama Arman.
Pasang surut membuka usaha jasa reparasi pernah dirasakannya.
Dari mulai sehari mendapat Rp. 1 juta hingga gigit jari tak ada pelanggan pun pernah dirasakannya.
"Kalau dari segi penghasilan, alhamdulillah cukup," ujarnya lalu tertawa.

TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Sukarto menambahkan, keahliannya memperbaiki barang elektro didapatkannya secara otodidak.
Meski ia pernah mengenyam bangku pendidikan hingga di universitas Swasta di Jakarta jurusan perbankan.
"Saya dulu pernah kuliah tapi cuma sampai semester tiga jurusan administrasi perbankan," ujarnya.
Kemahirannya itu didapat dari kegemarannya memperbaiki dan mempelajari setiap buku elektro.
Menurut Sukarto, jika menggemari sesuatu maka pelajarilah, meski tidak sekolah masih ada buku yang bisa dijadikan guru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/elektro-1_20160108_170025.jpg)