Kampung Asap di Bogor
Debu Hitam Tebal di Meja Belajar Sekolah, Guru Khawatir Kesehatan Siswa
"Setiap hari nih kalau kita ngupil saja hidung itu dalamnya warna hitam."
Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Suut Amdani
Laporan wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAMPEA - Sekolah SMP Negeri 1 Ciampea setiap hari harus membersihkan meja dari debu sisa pembakaran ban di Gunung Cibodas, Ciampea, Kabupaten Bogor.
Bangunan Sekolah SMP Negeri 1 Ciampea ini berada sekitar 300 meter dari lokasi pembakaran batu karang yang menggunakan ban bekas.
Debu dari asap pembakaran yang berwarna hitam pekat dan sangat tebal jadi pemandangan biasa bagi para pelajar kelas satu dan dua SMP Negeri 1 Ciampea.
Ada 16 kelas di bangunan ini, satu kelas rata-rata terdapat 40 siswa.
"Misalnya ditinggal libur nih Sabtu dan Minggu, Senin masuk lagi meja belajar di semua ruangan itu sudah tebal sama debu warna hitam," kata Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Ciampea, Supardi, kepada TribunnewsBogor.com.
Bukan hanya meja, tembok yang bercat putih, fentilasi udara sampai gentingnya pun penuh dengan debu hitam pekat.
"Saya paling hawatir dengan kesehatan anak-anak, setiap hari kan di sini," ujarnya.
Memang, untuk faktor kesehatan paling tidak terlihat tanpa adanya pengecekan, dan belum ada siswa yang mengeluh.
"Sudah pasti jangka panjang terlihatnya, cuma setiap hari nih kalau kita ngupil saja hidung itu dalamnya warna hitam," kata Supardi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/sekolah-kampung-asap_20160109_200802.jpg)