VIDEO - Segera Jongkok Bila Dijambret, Begini Cara Hadapi Jambret
Tips menghadapi jambret.
Penulis: Suut Amdani | Editor: Suut Amdani
Laporan wartawan Tribunnewsbogor.com, Suut Amdani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Tindak kirminal bisa menimpa siapa saja.
Bisa terjadi di tempat sepi, bahkan saat situasi ramai.
Aksi jambret umumnya menimpa kaum hawa, lantaran dianggap lebih lemah.
Sebuah video yang dilansir VOH menayangkan tips menghadapi jambret.
Tips ini memperlihatkan cara wanita menghadapi situasi genting.
Dalam video itu tas selempang wanita menjadi incara para jambret.
Sebaiknya saat membawa tas usahakan tangan kanan tetap memegang talinya.
Perhatikan, jangan menyelempangkan tas di antara leher.
Bila anda merasa ada yang menarik tas anda, segera jongkok.
Dengan sedikit usaha mempertahankan tas itu, jambret akan terjatuh.
Jika sudah terjatuh segera lari jauhi penjambret, dan mitalah pertolongan.
Tarik perhatian orang-orang di sekitar anda.
Ibu Muda Incaran Penculik, Ini Tips Melawannya
Aksi kriminal semakin banyak bentuknya, termasuk penculikan yang menyasar perempuan dan anak kecil.
Belum lama ini, seorang netizen bernama Dinny menceritakan pengalamannya ketika hendak pulang dari sebuah mal di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
“Tadi pas mau pulang dr pim order grabcar…dibilang sm mas2nya klo mblnya avanza putih plat no B14… (lupa)…ga lama dtg avanza silver dan sayangnya lupa plat no nya…dia nyamperin trus bilang ayo bu naik…trus aja bilang, mas ko mobilnya beda..dia bilang, iya bu saya ganti mobil..karna beda bgt trus tlp lagi dan di angkat sama mas2nya..dan bukan mas2 si avanza silver yg angkat tlp, mas2 avanza putih blg, dia blm sampe lobby pim..nah lhooooo si mas2 silver tetep nyamperin dan nyuruh masuk ke mobilnya..langsung melipir ngejauh seremmmmm.. mas2 avanza silver akhirnya lari ke mobilnya dan pergi ga tau kmna”

TabloidNova.com
Sebuah postingan kisah yang dialami oleh salah satu netizen yang diunggah pada akun sosial medianya.
Peristiwa seperti ini tentu membuat setiap orang harus lebih waspada.
Tak ada seorang pun mau jadi korban penculikan.
Agar Anda terhindar dari modus para penculik di tempat umum maupun di rumah, begini tipsnya:
Tidak sembarangan menerima tumpangan dari orang asing
Menjamurnya fasilitas taksi/mobil/ojek motor berbasis digital memang memudahkan.
Namun, Anda tetap perlu teliti.
Waspadai jika terasa janggal ketika kendaraan yang dipesan datang tidak sesuai order (seperti yang dialami Dinny pada cerita di atas).
Jika pengemudi tampak begitu meyakinkan, Anda perlu mengecek kembali pesanan tersebut.
Karena begitu masuk dalam kendaraan, kontrol pelaku pada calon korban sudah dalam genggaman.
Ubah jalur rutin Anda
Terbiasa melewati satu ruas jalan pada jam yang sama setiap harinya?
Mulai sekarang ubah dengan cari jalan alternatif.
Dengan begini pelaku penculikan akan sulit melacak kebiasaan dan memprediksi kapan Anda melewati jalan tersebut.
Ingat, pelaku tentu sudah mempelajari waktu yang tepat saat korban lengah ketika diikuti.
Pintu harus selalu terkunci
Sedang di dalam rumah atau kendaraan, pintu harus selalu dalam keadaan tertutup dan dikunci.
Sebab pintu dalam keadaan terbuka adalah akses paling mudah sekaligus memancing pelaku kejahatan melakukan aksinya.
Informasikan keberadaan Anda
Kemana pun Anda pergi, selalu beri informasi pada suami, keluarga di rumah, atau siapapun orang terdekat Anda.
Beritahu mereka apa kegiatan Anda hari itu.
Termasuk jika hendak bertemu seseorang, berikan detail siapa yang akan Anda temui, lokasi, dan waktunya.
Gadget dalam keadaan aktif
Jangan sepelekan kondisi baterai gadget Anda.
Usahakan selalu aktif, memiliki pulsa, tidak kehabisan baterai dan bisa dihubungi.
Ini akan membantu Anda dalam keadaan darurat.
Namun, penting diperhatikan agar menggunakan gadget sesuai waktu dan tempat.
Jangan biarkan Anda atau anak berjalan sambil bermain gadget.
Konsentrasi yang tertuju pada gadget bisa menarik perhatian seseorang untuk menculik.
Tidak asal bicara dengan orang tak dikenal
Ramah pada setiap orang tentu bukan hal salah.
Namun, teliti siapa lawan bicara Anda juga penting.
Jangan sembarangan melakukan kontak dengan orang yang tidak Anda kenal di tempat umum.
Terutama ketika orang itu memberikan Anda sesuatu, segera hindari atau tolak dengan tegas jika Anda merasa tindak-tanduknya janggal.
Bisa saja Anda terhipnotis oleh suara atau gerakan tubuhnya.
Bawa ‘senjata’ khusus
Walau tak bisa bela diri, sebenarnya setiap perempuan disarankan membawa barang yang bisa membantu mereka dalam keadaan berbahaya.
Misalnya, pulpen, payung, semprotan merica yang bisa membuat perih mata pelaku, malah tas besar yang dibawa sekalipun bisa mempersenjatai Anda melawan pelaku.
Jangan lepaskan pandangan dari anak
Anak tidak boleh lepas dari pandangan mata orangtua.
Menurut Psikolog Anak dan Keluarga Anna Surti Ariani atau yang akrab disapa Nina, ajarkan pula pada anak agar tidak terlalu jauh dari orangtuanya.
“Misalnya, anak diberitahu ’posisi kamu selalu tiga langkah dari ibu ya’. Lalu praktikkan tiga langkah itu, anak-anak harus diberi contoh konkret,” kata Nina.
Tidak melabeli nama anak pada pakaian dan tas
Hal ini bisa memudahkan penculik untuk merayu anak.
Dengan menyebut nama, anak merasa penculik tersebut memang orang yang kenal dengannya.
“Anak akan lebih mudah takluk pada mereka yang memanggil namanya,” jelas Nina.
Menurut Nina, penculikan bukan hanya dilakukan orang yang tidak dikenal, melainkan juga oleh orang yang dikenal dengan berbagai motif. (TabloidNOVA/Ade Ryani)