Petani Ciptakan Alat Kloning Bibit, Begini Cara Kerjanya

fungsinya ada dua, shaker sama inkubator,

Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Bima Chakti Firmansyah
TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya
Abdul Malik sedang menjelaskan cara kerja alat yang dibuatnya dalam acara Pameran Teknologi Petani dan Rembugan Petani Nusantara oleh Gerakan Petani Nusantara, di Gedung Diklat Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertani (PPMKP) Ciawi, Bogor, Kamis (21/1/2016). 

Laporan wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAWI - Alat kloning bibit buatan Abdul Malik, warga Desa Cangkrang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor ternyata bikin anggota DPR RI tercengang.

Alat shaker sekaligus inkubator buatan Abdul ini sedang dipamerkan dalam acara Pameran Teknologi Petani dan Rembugan Petani Nusantara oleh Gerakan Petani Nusantara, di Gedung Diklat Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertani (PPMKP) Ciawi, Bogor, Kamis (21/1/2016).

"Alat ini bisa menciptkan bibit unggul pak, fungsinya ada dua, shaker sama inkubator," kata Abdul Malik pada empat anggota Komisi II dan VI DPR RI yang hadir.

Abdul menjelaskan fungsi pertama sebagai shaker, yakni berinovasi membuat bibit, khususnya jamur, dalam bentuk cair.


TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya

"Kalau digoyang ini pakai infenter, oksigen itu akan mati, jadi tanaman bisa hidup," katanya.

Untuk menciptakan ruang gelap, alat yang berbentuk seperti meja ini mempunyai penutup.

Kemudian pada bagian atas diberi lampu neon dan didalamnya dilapis seng, sebagai fungsi kedua yakni inkubator.

"Dengan pakai alat ini pengembangan bibit hanya butuh waktu dua minggu saja, kalau normal kan itu 45 hari," paparnya.

Abdul Malik membuat alat ini berawal ketika melihat cara kerja petani dalam pengembangan bibit.


TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya

Menurutnya, cara kerja yang saat ini dilakukan sangat membuang waktu dan tidak maksimal.

"Satu tahun saya lakukan penelitian, tahun lalu saya coba bikin ukuran kecil tahunya berhasil, hasil tanamnya juga bagus," kata warga asli Sumatra Selatan ini.

Dalam waktu dekat ini, Abdul Malik berencana akan mematenkan alat buatannya tersebut.

"Saya tidak punya akses, cuma tadi mau dibantu sama bapak Dewan," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved