Pemulung Galuga Protes: "Kami Mau Cari Makan di Mana Kalau Truk Sampah Diadang"
"Akan kami jemput paksa biar bisa masuk ke dalam TPS Galuga."
Penulis: Damanhuri | Editor: Suut Amdani
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri
TEIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBUNGBULANG - Ratusan pemulung di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Galuga merasa kecewa lantaran tidak ada truk sampah yang masuk sejak dilakukan pemblokiran oleh sekelompok LSM sejak Senin (25/1/2016) lalu.
Kekesalan ini ditunjukan dengan melakukan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para pemulung di sekitar TPA Galuga.
TPA Galuga berlokasi di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Salah seorang pemulung asal Kampung Moyan, Desa Galuga mengatakan, dirinya bersama pemulung lain merasa dirugikan dengan tidak beroperasinya truk sampah dari Kota maupun Kabupaten Bogor.

TribunnewsBogor.com/Damanhuri
"Sudah tidak ada lagi sampah yang bisa kami ambil untuk dijual. Terus kami mau cari makan di mana kalau truk sampah diadang seperti ini," ujar Eman (30) dengan nada pelan, Kamis (28/1/2016).
"Kami ingin truk sampah itu beroperasi lagi secepatnya. Tapi kalau masih belum juga akan kami jemput paksa biar bisa masuk ke dalam TPS Galuga," tegasnya.
Terlebih, sambungnya, lantaran tidak beroperasinya truk sampah milik Pemerintah Kita dan Kabupaten Bogor dirinya tidak bisa lagi mencari nafkah.
"Ini masalah perut, keluarga kami di rumah mau makan apa kalau seperti ini terus," keluhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/pemulung-galuga_20160128_182131.jpg)