Awas, Orang Dewasa Juga Berisiko Meninggal Terserang DBD

"Dulu itu jarang sekali ada pasien dewasa meninggal, kebanyakan anak-anak."

Awas, Orang Dewasa Juga Berisiko Meninggal Terserang DBD
TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti
Direktur RSUD Kota Bogor, dr Dewi Basmala 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Vivi Febrianti

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Dari jumlah pasien DBD di RSUD Kota Bogor, tercatat dua orang yang meninggal selama bulan Januari ini.

"Terbaru, satu lagi yang meninggal pada hari Rabu (27/1/2016) kemarin,. Laki-laki usia 32 tahun, warga Depok," kata Direktur RSUD Kota Bogor, dr Dewi Basmala, kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (29/1/2016).

Dia mengatakan, pasien DBD yang meninggal itu, sempat ditangani beberapa jam di RSUD Kota Bogor, namun tidak bisa tertolong.

"Masuk pukul 21.00 WIB, meninggal pukul 23.00 WIB. Sempat diguyur cairan sebanyak empat labu, tapi nggak kekejar," jelasnya.

Hal itu, kata dia, saat masuk ke RSUD Kota Bogor, kondisi pasien sudah tidak bagus.

"Sudah terlambat merujuk, kondisinya sangat drop. Mungkin awalnya dikira panas biasa," tandasnya.

Dia mengatakan, kedua pasien yang meninggal di RSUD Kota Bogor audah berusia dewasa, padahal yang pasien DBD yang beresiko meninggal adalah anak-anak.

"Dulu itu jarang sekali ada pasien dewasa meninggal, kebanyakan anak-anak. Sekarang malah terbalik, mungkin karena ibu zaman sekarang selalu siaga membawa anaknya ke dokter saat mulai panas," jelasnya.

Dewi Basmala juga meminta pasien untuk tetap berhati-hati, karena penyakit DBD biasanya diberengi dengan penyakit thypus dan infeksi saluran pernapasan (Ispa).

"Dulu itu siklus penyakit bisa diprediksi. Misal bulan ini sudah musim DBD. Kalau sekarang sudah nggak bisa, karena ekologi kita sudah nggak karuan. Setiap saat ada yang sakit DBD," tuturnya.

Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Suut Amdani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved