Ada Kaleng Cat di Dalam Tembok Pilar Bangunan 17 Lantai yang Runtuh Usai Gempa
Kaleng minyak biasa digunakan untuk memperbesar pilar tanpa menambah berat bangunan.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Fakta mengejutkan muncul dari runtuhnya bangunan 17 lantai saat terjadi gempa bumi di Taiwan dengan ditemukannya kaleng minyak dan cat di pilar bangunan yang runtuh.
Setelah terjadi gempa 6,4 SR yang melanda Taiwan selatan Sabtu pagi, yang menewaskan sedikitnya 37 orang dan melukai ratusan lainnya, muncul kontroversi dengan penemuan tersebut di antara pilar bangunan.
Namun, para pakar mengklaim bahwa pemilik bangunan tidak bertanggung jawab atas runtuhnya bangunan.
Bangunan Wei Guan Golden Dragon, terletak di distrik Yongkang Tainan dan terdiri dari 200 unit rumah, adalah salah satu dari 10 bangunan yang runtuh karena gempa yang terjadi pada akhir pekan yang lalu.
Sebanyak 113 dari 256 orang diyakini masih tertimbun di dalam reruntuhan. Dan pencarian korban selamat masih terus dilakukan hingga saat ini.
Setelah foto dari kaleng minyak dan cat yang muncul dari pilar bangunan diambil dan diedarkan secara online, Menteri Dalam Negeri Chen Wei-zen mengumumkan peluncuran penyelidikan pengembang bangunan Wei Guan.
Namun seorang teknisi bernama Tai Yun Fa berpendapat bahwa kehadiran kaleng minyak di pilar bangunan tidak seharusnya ada.
Menurut Tai, pembangunan apartemen Wei Guan di awal 90-an, kaleng minyak biasa digunakan untuk memperbesar pilar tanpa secara signifikan menambah berat bangunan.
Namun, itu "masuk akal" mengingat kaleng itu dimaksudkan sebagai pengganti beton bertulang sudah ada.
Rupanya, penggunaan kaleng minyak di konstruksi bangunan tidak dilarang sampai September 1999 di mana terjadi gempa bumi mematikan menimbulkan korban jiwa 921 oranmg menyulut kontroversi yang sama.
Dari sini dan seterusnya, styrofoam dan bekisting papan dilarang digunakan untuk memperbesar pilar bangunan.
Menurut Hsu Wun Long, kepala Departemen Dalam Negeri Badan Konstruksi & Perencanaan, bangunan Wei Guan selesai pada tahun 1994 dan dibangun oleh sebuah perusahaan yang saat ini sudah tutup.
Sebelum gempa bangunan itu tidak terdaftar sebagai bangunan yang berbahaya.
Walikota Tainan Lai Ching-te menjanjikan penyelidikan ke-10 bangunan yang runtuh tersebut.

Pada Senin pagi, korban tewas akibat gempa di Taiwan sudah mencapai 37 orang, dengan 526 terluka.
Hingga kini para penyelamat terus mencari korban dari bangunan yang runtuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/kaleng-cat_20160208_185840.jpg)