'Perahu Klotok', Mainan Lawas Yang Masih Bisa Ditemui di Pasar Tradisional

Suara "klotok"-nya menjadi ciri khas pada mainan lawas ini.

Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Bima Chakti Firmansyah
TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana Aditama
Perahu Klotok masih dijual di Pasar Kebon kembang, Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Bagi anda generasi 90-an pasti sangat hafal dengan mainan yang satu ini.

Namanya perahu klotok, mainan perahu yang naik daun di era 1980 hingga 1990-an ini sudah mulai susah ditemui sekarang ini.

Namun, di Pasar Kebon Kembang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, masih ada pedagang yang menjajakan perahu klotok.

Wahyudi (34), pria asal Sumedang yang sudah menjual perahu klotok sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

"Dari dulu pas saya masih SD sudah jualan ini. Jualannya kalau habis pulang sekolah. Dulu dijualnya masih seratus rupiah," katanya kepada TribunnewsBogor.com.


TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana Aditama

Lanjutnya, beranjak masuk ke sekolah menengah pertama (SMP), ia masih tetap berjualan perahu klotok, hingga akhirnya setelah lulus sekolah, ia pindah ke Jakarta.

Di Jakarta, tepatnya tahun 1999-an, ia masih berjualan perahu klotok di daerah Pasar Tanah Abang.

"Dulu yang beli banyak. Sehari bisa habis 70 biji. Harganya juga masih murah, tahun segitu masih Rp 3000-an. Tapi semakin kesini, masuk tahun 2000 ke atas, harganya makin naik," tuturnya.

Selain harga yang terus naik, mainan perahu klotoknya juga sudah kalah bersaing dengan mainan yang lebih modern.

Alhasil, semakin ke sini mainan klotoknya lambat laun mulai ditinggalkan.


TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana Aditama

"Sekarang harganya Rp 15 ribu, ya kejual sepuluh sehari juga sudah untung mas. Susah banget sekarang jualnya," ungkapnya.

Wahyudi mendapatkan perahu klotok ini dari daerah Cirebon.

Produsen perahu klotok ini juga masih saudara dengan dirinya.

Mainan yang terbuat dari pelat seng ini sangat mudah dimainkan.

Hanya butuh sebuah baskom berisi air, perahu bisa bergerak diatasnya dengan hanya menggunakan kapas yang diberi minyak kelapa kemudian dibakar.

Suara "klotok"-nya menjadi ciri khas pada mainan lawas ini.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved