Breaking News:

Ternyata Ini Yang Membuat Kain Sutera Mahal Harganya

Setelah benang selesai dipintal menjadi sebuah lembaran kain, selanjutnya kain-kain tersebut diproses sesuai kebutuhan

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Bima Chakti Firmansyah
Dokumen TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti
Rumah Sutera berada di Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

Ulat yang sudah menjadi kepompong atau kokon itu kemudian di rebus 20 hingga 30 menit.

Setelah itu kokon yang sudah direbus akan menjadi untaian benang.


Dokumen TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho

Namun benang tersebut harus ditiriskan terlebih dahulu sebelum masuk proses pemintalan.

Yayan menjelaskan, Jika tidak direbus, Kokon atau kepongpong tidak akan bisa menjadi benang.

Setelah ditiriskan, Kokon tersebut masuk proses pemintalan yang menggunakan mesin tradisional.

"Kita masih pakai mesin Tradisional, jadi harus benar-benar sabar saat pemintalan," ucapnya.

Dalam 1 hari pemintalan, alat pemintal hanya mampu menghasilkan 3 meter kain saja.


Dokumen TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho

Selain itu 15 kokon atau kepongpong hanya menjadi 1 helai benang.

"Iya proses kain sutera itu perlun kesabaran, apalagi ketika proses pemintalan, 15 kepongpong hanya bisa jadi satu helai benang," ujarnya

Setelah benang selesai dipintal menjadi sebuah lembaran kain, selanjutnya kain-kain tersebut diproses sesuai kebutuhan

"Setelah selesai jadi kain tinggal diproses, ada yang dibikin kerudung, kebaya, atau selendang, selain itu ada juga yang dibatik," ujar Yayan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved