Breaking News:

Polres Bogor Kota Punya Maskot Baru, Namanya Si Pobo, Ini Tugasnya

Maskot ini lebih cenderung polisi yang humanis, familiar, dengan adanya masyarakat tidak lagi bilang 'awas awas ada polisi'

TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya
Si Pobo, Maskot Polres Bogor Kota berpose bersama Wali kota Bogor Bima Arya Sugiarto (kedua dari kanan), Kapolres Bogor Kota AKBP Andi Herindra, DPRD Kota Bogor Herry Cahyono dan Dandim 0606/Kota Bogor Letkol Inf Mukhamad Albar di Taman Ekspresi, Kota Bogor, Minggu (6/3/2016). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Polres Bogor Kota meresmikan maskot baru bernama Si Pobo di Taman Ekspresi, Lapngan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (6/3/2016).

Kapolres Bogor Kota, AKBP Andi Herindra mengatakan Si Pobo atau kepanjangan dari Si Polisi Bogor diharapkan dapat merubah paradigma masyarakat terhadap anggota kepolisian.

"Maskot ini lebih cenderung polisi yang humanis, familiar, dengan adanya masyarakat tidak lagi bilang 'awas awas ada polisi'," kata Kapolres Bogor Kota, AKBP Andi Herindra.


TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya

Makot lucu ini, bertugas mewakili Polres Bogor Kota untuk membuat citra baik polisi di mata masyarakat.

Peresmian ini dilakukan dengan menerbangkan puluhan balon gas, dan tulisan Si Pobo.

Namun balon yang digunting langsung oleh Kapolres ini, nyangkut di pepohonan.

"Iya memang itu sengaja karena sama saja dengan menyematkan Kepolisian di hati masyarakat," kata pembawa acara.


TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya

Dalam acara persemian ini, Kapolres juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berkendara.

"Kami juga mengingatkan minggu-minggu ini sedang melaksanakan operasi simpatik lodaya, ini upaya pencegahan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalulintas," kata Kapolres Bogor Kota, Akbp Andi Herindra.

Angka Kecelakaan di Kota Bogor diklaim sudah menurun oleh Kapolres Bogor Kota.


TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya

"Di Bogor sendiri tahun 2014 ada 142 kasus, tahun 2015 ada 100 kasus dengan meninggal 27 orang, kecelakaan diawali dari kelalaian," katanya.

Terutama, soal kesadaran pemakaian helm yang masih sangat kurang.

"Masalah helm di Bogor itu anak SMA, mahasiswa, tidak menggunakan helm, malah helmnya bukan SNI," ujarnya.

Penulis: Ardhi Sanjaya
Editor: Bima Chakti Firmansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved