Breaking News:

Koleksi Taman Safari Bertambah, Dua Ekor Jerapah Melahirkan

Kedua bayi jerapah ini untuk sementara waktu masih dalam proses karantina

Penulis: Soewidia Henaldi | Editor: Soewidia Henaldi
TribunnewsBogor.com/Istimewa
Dua bayi jerapah yang lahir di Taman Safari Indonesia Cisarua yang lahir pada Kamis, (10/3/2016). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Penghuni Taman Safari Indonesia (TSI) bertambah lagi setelah dua ekor Jerapah (Giraffa Camelopardalis) melahirkan anak masing-masing seekor.

Kedua anak jerapah ini lahir dari dua induk betina yang berbeda pada Kamis (10/3/2016) lalu atau sehari setelah Gerhana Matahari.

Dalam siaran pers yang diterima TribunnewsBogor.com, seekor bayi jerapah berkelamin jantan lahir dari induk betina bernama Violet dan pejantannya bernama Kalou.

Beberapa jam kemudian lahir kembali bayi jerapah berkelamin betina di kandang yang berbeda dari induk bernama Waisa, sedangkan induk pejantannya bernama Jengo.

Kedua bayi jerapah ini untuk sementara waktu masih dalam proses karantina, di bawah pengawasan dokter hewan Dita , dan keeper Bahrun agar terpantaudengan baik.

Direktur TSI Jansen Manansang menjelaskan, kedua bayi jerapah memiliki berat sekitar 70 Kg dengan kondisi fisik sehat.

Induk jerapah melahirkan bayinya setelah masa kehamilan selama 404 hari.

"Proses kelahiran kedua bayi jerapah ini memakan waktu hingga 2 jam, dan berjalan normal, serta merupakan mega populasi," kata Jansen Manansang.

Hingga saat ini kedua bayi Jerapah tersebut belum diberi nama dan masih berada didekat induknya.

Jansen mengatakan, saat ini jumlah jerapah yang ada di TSI group lebih dari 10 ekor.

"Dengan kelahiran kedua bayi jerapah ini, diharapkan membuka mata bagi masyarakat agardapat lebih mencinta satwa, terutama satwa endemik Indonesia," katanya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved