Breaking News:

Bogor Banjir dan Longsor

Jembatan di Panaragan Kidul Rubuh, Ibu-ibu Harus Jalan Memutar ke Pengajian di Kampung Sebelah

Kasihan ibu-ibu. Udah jauh, harus pakai ongkos lagi. Mutar ke jalan lewat Jalan Raya Pasir Kuda

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Vovo Susatio
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Banjir menggenangi permukiman penduduk di daerah Panaragan Kidul, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (20/3/2016) malam. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Aliran Sungai Cisadane yang membanjiri permukiman penduduk di kawasan Panaragan Kidul, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (20/3/2016) malam juga merobohkan sebuah jembatan.

Jembatan ambruk ini semula menjadi penghubung Panaragan Kidul dengan Batu Kampak, Pasir Kuda.

Jembatan yang biasa dilewati oleh warga tersebut tidak bisa lagi digunakan.

Ibu-ibu Panaragan Kidul sering memakai jembatan tersebut untuk mengikuti pengajian di Pesanteren Al-Ihya, Kampung Batu Kampak.

"Itu jembatan akses utama sebagai penghubung dua kampung. Apalagi kalau ibu-ibu mah sering ngaji di pondok pasantren lewat jembatan itu," kata Muhamad Wahyudi, warga Panaragan Kidul.

Setelah jembatan rusak dilanda banjir, warga terpaksa harus menempuh jalan berputar, lebih jauh melewati jalan raya, untuk akses penghubung Panaragan Kidul dan Batu Kampak.

Selain memakan waktu lebih lama, jalan memutar ini membuat warga harus mengeluarkan ongkos angkutan umum.

"Atuh kalau muter mah kasihan ibu-ibu. Udah jauh, harus pakai ongkos lagi. Mutar ke jalan lewat Jalan Raya Pasir Kuda," ujarnya.

Jembatan penghubung Panaragan Kidul dan Batu Kampak dibangun pada tahun 2013.

Beberapa bulan terakhir, warga mengamati jembatan mengalami retak pada bagian tengah.

Saat air Sungai Cisadane mulai meluap dan datang banjir dari arah hulu, jembatan tersebut sering kali dihantam terjangan air.

"Kalau jembatan sih baru dibangun itu tahun 2013. Nah, beberapa bulan terakhir karena sering kena luapan air jadi mungkin rapuh dan retak pada bagian tengah jembatan," tutur Muhamad Wahyudi yang merupakan mantan ketua RT 5 di Panaragan Kidul.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved