Breaking News:

Pejabat Bawa Pistol

Ini Penjelasan Pejabat Dinas yang Bawa Pistol saat Razia Gas 3 Kg di Restoran Kota Bogor

Menurutnya, yang dilakukan sudah sangat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Suut Amdani
TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, Bambang Budiarto terlihat santai saat melakukan razia gas ke restoran-restoran. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kepala Dinas yang membawa pistol saat razia penggunaan gas 3 Kg di restoran menjadi perbincangan di kalangan Pemerintah Daerah Kota Bogor.

Rupanya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, Bambang Budiarto, sudah membekali diri dengan pistol sejak menjadi Camat tahun 2004.

"Saya itu sudah dari tahun 2004 sejak saya pindah ke Bogor sudah punya senpi, dari zaman saya di DLLAJ saya pakai, sampai sekarang," kata Bambang saat dihubungi TribunnewsBogor.com lewat telepon pada Rabu (23/3/2016).

Menurutnya, yang dilakukan sudah sangat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Acuan yang dipegang kukuh oleh Bambang, yakni Surat Keputusan Kapolri Nomo 82/II/2004, tentang masyarakat yang diperbolehkan memiliki senjata api untuk bela diri.

Baca juga: Razia Gas ke Restoran, Kepala Dinas Ini Simpan Pistol di Pinggangnya
 

Dalam SKEP tersebut, memang disebutkan pejabat pemerintahan, minimal golongan IV B diperbolehkan memiliki senjata api.

"Kecuali kalau saya pakai pakaian preman, peraturan Kapolri sudah jelas kok, pemakaian senjata itu tidak boleh diacung-acungkan, saya kan tidak begitu," katanya tegas.

Nada bicara Bambang kian meninggi saat ditanyakan soal kelengkapan dan kewajibannya tentang kepemilikan senjata yang dimiliki.

"Sudah tidak perlu nanya-nanya soal itu, yang jelas sudah sesuai aturan, tidak usah nanya-nanya Perbankin, Polisi saja tidak nanya macam-macam," katanya.

Pistol milik Bambang ini heboh saat melakukan inspeksi mendadak gas 3 kg di restoran, Kota Bogor, Selasa (22/3/2016) sebuah senpi jenis FN digantungkan di pinggangnya.

"Saya memakai itu untuk kepentingan Dinas, memakai seragam itu tetap boleh, dari zaman Camat Bogor Utara dulu juga pakai pistol, tidak apa-apa lah, saya jadi ngetop," katanya.

Namun, Bambang enggan menuturkan soal legalitas dari senpi yang dimilikinya.

"Itu bukan urusan anda, yang jelas itu tidak sembarangan, bisa ditangkap, di jalan kan polisi sliweran, saya bisa-bisa sudah ditangkap dari tahun 2004 lalu," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved