Orang Tua Lalai, Jari Balita Putus Terjepit Eskalator
Balita itu kemudian berusaha naik eskalator lagi, padahal eskalator tersebut sedang bergerak turun
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Soewidia Henaldi
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Perhatian bagi para orang tua yang membawa anak balitanya ke pusat perbelanjaan.
Sebab, di Beijing, Tiongkok, seorang balita harus kehilangan enam jari tangannya karena terjepit eskalator.
Dilansir dari mirror.co.uk, kecelakaan yang dialami balita di eskalator terekam oleh kamera CCTV pusat perbelanjaan tersebut.
Dalam rekaman tersebut, terlihat balita yang sedang turun ditangga eskalator bersama orang dewasa yang diketahui merupakan kakeknya.
Setelah turun dari eskalator, rupanya balita malang tersebut kembali menuju eskalator, dan luput dari perhatian kakeknya.
Balita itu kemudian berusaha naik eskalator lagi, padahal eskalator tersebut sedang bergerak turun.
Saat kakinya naik ke tangga eskalator, tubuhnya terjatuh ke depan sehingga tangannya masuk ke sela-sela eskalator.
Mengetahui balitanya terjatuh, sang kakek langsung menolong balita dan mengangkatnya menjauh dari eskalator.
Namun, ternyata jari tangan balita tersebut terputus dan tersangkut di eskalator.
Selama satu jam, petugas mekanik berusaha membongkar eskalator untuk mengambil jari-jari bayi yang terputus.
Balita tersebut langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.
Balita tersebut menjalani perawatan selama 10 jam untuk membali memasang jari-jarinya yang terputus.
Tetapi tidak diketahui apakah jari tangannya bisa kembali berfungsi.
Insiden tersebut bukannya yang pertama kalinya.
Seorang bocah tujuh tahun tersangkut tangannya di sekalator.
Dalam tayangan rekaman CCTV yang diunggah ke Youtube oleh akun 'Özgür Basın' sejumlah pengunjung mall kaget dengan kejadian yang menimpa balita tersebut.
Pihak pengelola mall tersebut langsung mematikan eskalator begitu ada seorang bocah yang tangannya terjepit.
Rekaman CCTV itu diunggah 25 Maret 2016 lalu dan sudah ditonton lebih dari 1.000 orang.
---------------
Video : Youtube/Özgür Basın