ABB Pindah Ke LP Gunungsindur Bogor

Abu Bakar Baasyir Ingin Bercocok Tanam di Lapas Gunungsindur Bogor

Di dekat blok D yang berlokasi terpisah dari blok lain ini, ada sisa halaman yang memang bisa digunakan untuk bercocok tanam

Tayang:
Penulis: Ardhi Sanjaya | Editor: Vovo Susatio
TribunnewsBogor.com/Istimewa
Abu Bakar Baasyir (tengah duduk) saat tiba di Lapas Klas IIA Gunungsindur, Sabtu (16/4/2016). Nampak Ustadz Abu ditemani Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto (kiri kedua), dan pendamping Abu Bakar Baasyir yang diketahu bernaha Muhammad Ali Natsirudin (kedua dari kanan). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNGSINDUR - Abu Bakar Baasyir ingin menggunakan sebagian waktunya di Blok D1 Lembaga Permasyarakatan kelas III Gunungsindur, Kabupaten Bogor, untuk bercocok tanam.

Selama berada di lapas yang juga dihuni oleh Gayus Tambunan ini, Baasyir tidak diperkenankan berkomunikasi dengan warga binaan lain di Lapas Gunungsindur.


TribunnewsBogor.com/Ardhi Sanjaya
Polisi berpatroli di sekitar Lembaga Permasyarakatan kelas III Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Tak hanya meminta agar disediakan nasi lembek dan air hangat saja, menurut Kepala Lapas kelas III Gunungsindur, Gumilar Budirahayu, Baasyir juga meminta izin untuk bisa bercocok tanam.

"Kalau ke staf saya, Ustadz nanya boleh bercocok tanam tidak," kata Gumilar kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (17/4/2016).

Di dekat blok D yang berlokasi terpisah dari blok lain ini, ada sisa halaman yang memang bisa digunakan untuk bercocok tanam.

"Yah ada lah halaman sedikit di situ," ujar Gumilar.

Aktivitas Baasyir tetap dibatasi dan mendapat pengawalan.

"Boleh keluar, tapi di area terbatas, tidak berinteraksi dengan napi lain juga," kata Gumilar.

Sholat pun diperbolehkan di masjid.

Setiap ke masjid seperti misalnya untuk Sholat Jumat, Baasyir dikawal petugas.

Melihat kondisi blok ini, menurut Gumilar, bukan berarti Baasyir diisolasi.

"Bukan isolasi lah, cuma kan memang ini blok khusus," katanya.

Perbedaan Baasyir dengan 426 narapidana lain, yakni soal perhatian.

Jika pada narapidana lain perhatian petugas lapas fokus pada keamanan, khusus Abu Bakar Baasyir kondisi kesehatan, asupan dan berbagai hal lainnya dipantau dengan cermat.

"Beliau kan sudah sepuh, jadi perhatian kami juga pada kondisi kesehatan beliau. Takut sakit atau gimana, makanya sering dilihat," kata Gumilar.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved