Breaking News:

Haji Lulung hingga Yusril Masuk Bursa Calon Pilgub DKI Partai Demokrat, Syarifudin Cari yang Santun

Demokrat cari calon pemimpin yang santun.

Tribunnewsbogor.com/Ardhi Sanjaya
Wakil Ketua DPP Partai Demokrat, Syarifudin Hasan 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Ardhi Sanjaya

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Wakil Ketua DPP Partai Demokrat, Syarifudin Hasan, pastikan Yusril Ihza Mahendra tidak menjadi prioritas calon Gubernur DKI Jakarta yang akan diusung oleh Partai Demokrat.

Penjaringan nama calon Gubernur yang tengah dilakukan Partai berlambang Mercy ini, masih dalam proses.

Sempat digadang-gadang oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono yakni Yusril Ihza Mahendra.

"Belum kami putuskan, Yusril disebutkan bukan berarti didukung, hanya mengatakan saja polingnya tinggi si Ahok, setelah itu diikuti Yusril," ujar Syarif Hasan saat ditemui TribunnewsBogor.com di kantor Kelurahaan Bubulak, Bogor Barat, Kota Bogor, pada Senin (25/4/2016).

Saat ini sendiri, pencalonan nama dilakukan di Jakarta, yang kemudian nama terferivikasi diserahkan kepada DPP.

"Karena pemimpin itu juga bagi Demokrat harus santun, masa pemimpin gaya koboy," kata anggota komisi satu DPR RI tersebut.


Tribunnewsbogor.com/Ardhi Sanjaya

Sampai dengan Jumat (22/4/2016) sudah ada sepuluh nama yang telah mengembalikan formulir pendaftaran dan akan diverifikasi berkasnya.

Mereka adalah Abraham Lunggana, Hasnaeni Moein, Idris Khalid Amir, Yusril Ihza Mahendra, Benny Mokalu, Biem Benjamin, Muhammad Idris, Teguh Santosa, Kwik Siong We, dan Sandiaga Uno.

Sedangkan, Tahir Mahmud dan Adhyaksa Dault, belum mengembalikan.

"Akan kami bahas di majelis tinggi, dan kami lihat siapa yang paling bagus, bisa dari eksternal, bisa internal," ujar pria kelahiran Palopo, Sulawesi Selatan 17 Juni 1949 tersebut.

Menurut mantan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menangah pada kabinet bersatu jilid II itu, seluruh calon harus bekerja terlebih dahulu untuk mengenalkan diri pada masyarakat sebelum mencalonkan diri.

"Kami suruh mereka bekerja dulu kalau ada repspon dari masyarakat," kata suami dari Inggrid Kansil tersebut.

Penulis: Ardhi Sanjaya
Editor: Suut Amdani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved