Breaking News:

Pasangan Mau Menikah Sebaiknya Lakukan Pemeriksaan Thalassemia, Belum Ada Obatnya

Thalassemia Mayor ini tidak bisa disembuhkan

Tribunnewsbogor.com/Vivi Febrianti
Jumlah penderita thalassemia di Jawa Barat saat ini, merupakan yang tertinggi di Indonesia. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Vivi Febrianti

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Ketua Perhimpunan Orangtua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) Nasional, Ruswandi mengatakan, bagi pasangan yang akan menikah, penting untuk melakukan pemeriksaan thalassemia terlebih dahulu.

Sebab, jika seorang perempuan pembawa sifat thalassemia menikah dengan pria pembawa sifat juga, maka akan lahir anak dengan Thalassemia Mayor.

"Nah, thalassemia Mayor ini tidak bisa disembuhkan karena belum ada obatnya. Satu-satunya obat hanya dengan melakukan transfusi darah secara rutin, setiap bulan untuk seumur hidupnya," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com.

Untuk itu, pemeriksaan thalassemia bagi pasangan yang hendak menikah menjadi sangat penting, sama pentingnya dengan pemeriksaan HIV/AIDS.

"Jika diketahui lebih awal melalui tes screening, thalassemia pada anak bisa dicegah," katanya.

Namun, untuk melakukan tes screening, kata dia, biayanya masih tinggi karena belum tercover BPJS, yakni sekitar Rp 800 ribu.

Untuk itu dirinya akan mengajukan permohonan ke Kementerian Kesehatan agar biaya tes screening bisa dicover BPJS, agar setiap warga sebelum menikah melakukan tes demi mencegahnya terjadinya thalassemia pada anak.

"Lebih baik melakukan pencegahan dibanding harus melakukan pengobatan yang jumlahnya lebih besar, mencapai Rp 8 juta untuk satu anak,” tandasnya.

Ia juga membeberkan, jumlah penderita thalassemia di Jawa Barat saat ini, merupakan yang tertinggi di Indonesia.

"Untuk Kota Bogor, tercatat 550 penderita mulai usia 6 bulan hingga 41 tahun," ujarnya.

Tingginya penderita thalassemia ini, kata dia, disebabkan oleh kurangnya informasi dan edukasi penyakit yang merupakan faktor genetik orangtua.

Sementara itu, Dokter Umum Klinik Thalassemia Rumah Sakit PMI Adhi Rommy Setiawan menjelaskan, penderita thalassemia ini terlihat mulai dari usia bayi tiga bulan sampai 18 bulan.

"Ciri-cirinya, mulai dari bayi terlihat kurang aktif dari biasanya, muka pucat dan lemas. Ada sekitar 12 sampai 14 orang meninggal, akibat terlambat diobati,” katanya.

Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Suut Amdani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved