Dear Nathan Jadi Best Seller Gramedia, Kisah Seorang Cowok yang Dingin
Terbit sejak Maret 2016 lalu, Novel ini sudah terjual jutaan
Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Suut Amdani
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Dear Nathan sebuah novel roman yang mengambil latar kehidupan 'Putih Abu' menjadi novel yang laris saat ini.
Terbit sejak Maret 2016 lalu, Novel ini sudah terjual jutaan.
Novel karya sang novelis Erisa Febriani ini menceritakan kisah fiksi antara seorang gadis dengan seorang pria berandalan yang dingin terhadap percintaan
"Secara kesuluruhan sih novel ini menceritakan kisah semasa SMA atau biasa disebut 'Putih Abu' yang sekarang novel ini laris hingga jutaan buku sudah terjual," ujar Mario Supervisor Gramedia Cibinong City Mall.
Meski Nathan merupakan seorang pria yang memiliki style berandalan, namun rupanya dia sangat menghargai dan menghormati seorang wanita.
Kisah itu pun tergambar melalui ucapan Nathan tokoh fiksi dalam novel Dear Nathan pada halaman 95 dalam buku tersebut.

Tribunnewsbogor.com/Lingga Arvian Nugroho
'Meskipun saya tampangnya berandalan. Tapi saya amat menghargai perempuan. Perempuan itu kayak kaca, kalau retak ya bakalan retak seumur hidup dan nggak bakal bisa bali kaya semula. Gimana pun caranya,' kutipan dalam buku Dear Nathan Halaman 95.
Ada dua buku lain yang menjadi best seller saat ini selain buku Dear Nathan.
Buku best seller itu berjudul 'Hujan' karya Novelis Tere Liye dan Buku Puisi 'Tidak Ada New York Hari Ini' Karya penyair Aan Mansur.
Pada bagian belakang buku berjudul 'Hujan' karya Tere Liye hanya disebutkan tentang persahabatan, tentang cinta, tentang melupakan, tentang perpisahan dan yang terakhir tentang hujan.

Tribunnewsbogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kata-kata sederhana itu rupanya mampu membuat para pembaca Novel penasaran dengan buku tersebut.
"Sebelumnya saya belum pernah baca resensinya, baru kali ini liat, tertarik sih sama tulisan dibelakang bukunya," ujar Vellyn seorang pengunjung Toko Buku Gramedia.
'Kenapa kita mengenang banyak hal saat hujan turun? Karena kenangan seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu hingga selesai dengan sendirinya,' kutipan dalam novel Hujan.
Selain itu, ada juga kumpulan puisi karya Aan Mansur yang ditulis dalam buku berjudul 'Tak Ada New York Hari Ini'.
Buki tersebut menampilkan puisi dan foto rangga untuk film AADC?2.
"Untuk sementara masih ketiga buku itu yang jadi best seller di sini," ujar Mario.
Anda penasaran dengan ketiga novel tersebut, Anda bisa mendapatkannya di Toko Buku Gramedia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/gramedia_20160520_185419.jpg)