Lihat Petugas Pemadam Matikan Api Dengan Minuman Ini, 5 Detik Beres

Video yang baru diunggah 6 jam, Kamis (26/5/2016) ini sudah ditonton sebanyak 10 ribu kali oleh pengguna Facebook.

Tayang:
Penulis: Bima Chakti Firmansyah | Editor: Bima Chakti Firmansyah
Facebook/Shanghaiist

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Bima Chakti Firmansyah

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ternyata teknik memdamkan api dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Satu diantaranya seperti dalam cuplikan video yang diunggah laman penggemar Facebook, Shanghaiist berikut.

Dimana dalam video berdurasi 22 detik tersebut menampilkan seorang petugas pemadam kebakaran akan memadamkan api dalam sebuah simulasi.

Nampak petugas yang mengenakan pakaian khusus dan helm warna merah tersebut, awalnya menambahkan cairan untuk menambah kobaran api.

Setelah api tersebut membesar, sang petugas mengambil satu botol minuman soda yang sudah disediakan.

Petugas lalu mengocok botol minuman soda berukuran sedang tersebut.

Setelah itu, saat tutup botol dibuka, air soda yang keluar langsung diarahkan ke kobaran api.

Alhasil dalam waktu kurang dari 5 detik saja, api langsung padam.

Ternyata minuman soda botol tersebut bisa dipergunakan untuk memadamkan api.

Video yang baru diunggah 6 jam, Kamis (26/5/2016) ini sudah ditonton sebanyak 10 ribu kali oleh pengguna Facebook.

Selain itu, beragam tanggapan netizen di dinding komentar.

Akun bernama Dat Lam Wong menuliskan, "Apakah soda itu bisa diminum??" tulisnya.

"Anda dapat membersihkan toilet dengan minuman soda juga," komentar akun bernama Bobby Bee.

Ada juga akun bernama Keith Chan mengatakan, "Pastikan Anda menggunakan soda yang diet, karena gula juga mudah terbakar," tulisnya.

"Itu sebenarnya benar-benar cerdas ... haha," komentar akun Liam Kiley.

Akun bernama Mimi Feng menuliskan, "That's cool. Tapi aku butuh botol yang lebih besar," tulisnya.

Berikut videonya:

Pria Ini Kupas Kulit Kelapa Hanya 20 detik, Lihat Apa yang Digunakannya untuk Mengupas

Seorang pria yang tidak diketahui namanya, memperagakan mengupas kelapa dengan cepat.

Seperti dilansir Mirror.co.uk, Kamis (4/2/2016), pria tersebut bukan hanya cepat, namun juga melakukannya dengan cara yang tak lazim yakni menggunakan giginya.

Satu hal yang pasti, keterampilan unik ini telah menarik perhatian netizen.

Setelah rekaman itu beredar hanya dalam beberapa jam, sudah dilihat oleh satu juta orang.

Dalam klip, pria itu mulai melucuti batok kelapa dengan gigi.

Merobek bagian besar dalam hitungan kurang dari 20 detik.

Video aneh telah diunggah ke Imgur di mana telah dilihat lebih dari 1,3 juta kali dalam delapan jam terakhir.

Netizen juga terkagum-kagum melihatnya dan berkomentar "OK, aku ingin gigi seperti itu," kata netter.

"Apa satu hal yang akan dibawa ke pulau terpencil ... Jawaban saya, orang ini." ujar netizen lainnya

Lihat di sini aksinya:

Sumber: Youtube/Marcin Sroka

Cara Mudah Menangkap Tikus

Kehadiran hewan tikus ke dalam rumah pastinya seperti tamu tak diundang.

Hewan berbulu ini mudah dijumpai di berbagai negara, tak luput Indonesia yang beriklim tropis.

Tidak mudah mengusir tikus yang juga dikenal sebagai hama tanaman padi ini.

Tikus termasuk binatang yang lincah.

Maka, beberapa perangkap ditawarkan di berbagai toko peralatan rumah tangga.

Namun, ada cara mudah dan ramah lingkungan untuk membuat alat perangkap tikus sendiri.

Seperti, cara yang dicontohkan netizen Laura Lamson pada akun Pinterest.

Tautan video youtube di Pinterest itu menunjukkan bagaiama caranya membuat jebakan tikus dari botol bekas.

Pilihlah botol bekas air mineral ukuran besar, kira-kira 1,5 liter.

Lalu persiapkan bahan, karet gelang, tali, sumpit kayu, dan clip penjepit buku.

Siapkan peralatan, tang potong, obeng, cutter atau pisau.

Potong dua bagian tengah dan sebelum ujung botol, jangan sampai terputus.

Lalu sematkan sumpit pada potongan tersebut, rapikan sisanya.

Tautkan kedua sumpit itu dengan karet gelang.

Lubangi bagian belakang botol, lalu ikat ujung botol dengan tali dan tarik melalui lubang belakang tersebut.

Pasang klip dan umpan pada tali tersebut.

Dalam video ini, perangkap tikus ini benar-benar bekerja dengan baik.

Ramah lingkungan bukan?

Memanfaatkan botol bekas menjadi barang yang berguna lebih.

Untuk jelasnya anda bisa melihatnya di video ini.

Usir kecoah dengan cangkang telur

Hama masuk ke dalam rumah memang menyebalkan.

Anda perlu mengatasinya.

Ada berbagai metode untuk mengendalikan hama di kebun rumah Anda, seperti dengan menggunakan pestisida.

Tapi apakah Anda tahu bahwa ada cara alami yang simpel sebagai alternatif mengusir hama?

Ternyata, dengan cangkang/kulit telur, hama di taman rumah Anda bisa berkurang.

Untuk itu, jangan buang lagi kulit telur ke tempat sampah, tetapi manfaatkan itu untuk mengendalikan hama pengganggu dan perusak tanaman Anda.

Bahkan selain itu, kulit telur juga bermanfaat sebagai pupuk organik yang mengandung kalsium.

Jadi, mulai sekarang simpan kulit telur setelah Anda memakan telur.

Penasaran, bagaimana cara kerjanya? Berikut ini simak tips mengusir hama dengan kulit telur!

1. Keringkan dan Giling Kulit Telur

Pertama biarkan kulit telur kering. Setelah itu, baru Anda giling untuk menghancurkannya menjadi bubuk atau serbuk.

Lalu, taburkan bubuk kulit telur itu langsung pada hama yang Anda temui di taman rumah.

2. Jenis Hama yang Bisa Diusir

Bubuk kulit telur dapat mengusir dan membunuh beberapa jenis hama, seperti siput, keong, mollusca, kutu, dan kumbang.

Jika terkena bubuk kulit telur, hama tersebut akan langsung menggeliat.

Mereka akan bergerak untuk beberapa waktu, berputar dan berbalik dan akhirnya mereka akan mati.

3. Taburkan Juga pada Daun

Taburkan bubuk kulit telur daun tanaman favorit Anda yang telah rusak diserang hama.

Ini juga merupakan salah satu cara menggunakan kulit telur untuk pengendalian hama.

Karena hama akan menjauh dari daun tersebut dan membunuh hama lainnya yang menempel di atas daun.

Selain itu, taburkan juga bubuk kulit telur di sekitar permukaan tanah tanaman Anda.

Jika terjadi hujan, maka taburi lagi bubuk tersebut untuk mengusir hama menjauh dari tanaman Anda.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved