Jangan Mengendarai Motor Sambil Pakai Payung, Atau Hal Ini Bisa Menimpa Anda

Lihat video pengendara pakai payung ini, anda akan tahu risikonya.

Penulis: Suut Amdani | Editor: Suut Amdani
thaivisa

Laporan Tribunnewsbogor.com, Suut Amdani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kebiasaan buruk ini dilakukan pengendara motor di dunia.

Tiak hanya Indonesia, di China pun mengendarai motor sambil memakai payung sering dilakukan.

Biasanya, kondisi ini dilakukan saat hujan atau terik matahari.

Video yang dilansir Shanghaiist ini membuktikan, mengendarai motor sambil pakai payung adalah hal yang berisiko.

Risikonya, kencelakaan bisa saja terjadi karena kurang fokus, atau pandagan mata terhalang.

Seperti pengendara motor ini, ia tampak memegang payung di tangan kirinya.

Lantaran pandangan mata terhalang, motor bersama pengemudinya menabrak tembok.

Beruntung, kejadian itu tampaknya pengemudi masih bisa berdiri.

INI VIDEONYA:

Kesalahan yang sering dilakukan

Inilah kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan pengemudi saat hujan.

Penyebab kecelakaan 80% disebabkan oleh human eror. Terlebih ketika berkendara di saat hujan, segala kemungkinan yang tidak diprediksi bisa terjadi.

Saat musim hujan tiba, banyak pengemudi mobil yang kerap melakukan kesalahan ketika berkendara, banyak hal yang melatar belakangi masalah ini.

Kemampuan berkendara, pemahaman mengenai karakter mobil dan rambu lalu lintas menjadi faktor penyebab terjadinya kecelakaan di saat hujan.

Training Director The Real Driving Center (RDC), Marcell Kurniawan mengatakan, “Ada beberapa kesalahan yang sering ditemukan di jalan raya saat musim hujan. Seperti menyalakan lampu hazard, melaju terlalu pelan atau kencang, pindah lajur secara mendadak, tidak jaga jarak aman, serta menghindari motor yang tiba-tiba meneduh dengan spontan.”

“Menyalakan lampu hazard justru bisa membingungkan pengemudi lainnya dan lampu yang berkelap-kelip bisa menyebabkan highway hipnotized yang membuat pengemudi sekitar kehilangan kesadaran,” ujar Marcell kepada Auto Bild.

Adapun yang dimaksud dengan highway hipnotized.

Highway hipnotized adalah terjadinya hipnotis saat mengemudi di jalan raya.

Hal ini seperti kehilangan fokus atau kesadaran yang diakibatkan oleh kelelahan ditambah melihat sesuatu yang berulang-ulang, seperti lampu hazard, lampu rotari polisi atau marka jalan.

“Jadi lebih baik bila menyalakan rear fog lamp atau lampu senja agar pengemudi sekitar mengetahui keberadaan mobil Anda,” tambah Marcell.

Kesalahan lain yang juga umum ditemukan saat berkendara di musim hujan adalah pengemudi tidak menjaga jarak aman.

Seringkali pengemudi tidak sabar sehingga jaraknya terlalu dekat dengan mobil depannya.

Padahal jalanan yang basah membuat berkurangnya traksi, akibatnya jarak pengereman menjadi lebih jauh, dibandingkan dengan jalan dalam kondisi kering.

Begitu juga saat berkendara di tol, gunakan acuan rambu lalu lintas kecepatan minimum jangan kecepatan maksimum.

Menteri Perhubungan menetapkan peraturan nomor PM 111 tahun 2015 tentang tatacara penetapan batas kecepatan.

Peraturan itu menyebutkan batas kecepatan minimum di jalur bebas hambatan, ialah 60 km/jam.

Hal ini untuk menghindari accident, karena semakin cepat mobil berjalan akan semakin jauh jarak berhentinya.

Usahakan kecepatan mobil stabil dan jangan terlalu jauh perbedaan kecepatan dengan mobil lain.

Sementara kesalahan lain yang juga harus diwaspadai adalah menghindari motor yang tiba-tiba meneduh.

Biasanya ini terjadi ketika awal hujan dimana banyak pengendara motor secara tiba-tiba berhenti untuk segera berteduh.

“Pengemudi perlu berpikir ketika awal hujan, ‘bagaimana bila tiba-tiba pengendara motor memotong jalan saya untuk berteduh?’ sehingga ada perencanaan tindakan yang harus diambil,” pungkasnya.

Lain halnya ketika hujan sudah lama dan pengendara motor sudah banyak yang berteduh, risikonya lebih kecil.

Cukup menyesuaikan kecepatan serta jaga jarak aman dengan sepeda motor yang berada di pinggir jalan atau di bawah flyover.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved