Bulan Ramadhan, Susno Duadji Bicara Soal Penyakit Pelit dan Sok Gengsi

Di bulan Ramadhan, Susno Duadji kembali bicara soal penyakit hati, yakni pelit dan sok gengsi.

Tayang:
Penulis: Suut Amdani | Editor: Suut Amdani
Facebook

Laporan TribunnewsBogor.com, Suut Amdani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - ‎Mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Susno Duadji belakangan tampak aktif di sosial media.

Susno Duadji menyuarakan isi hati soal permasalahan rakyat Indonesia.

Di bulan Ramadhan, Susno Duadji kembali bicara soal penyakit hati, yakni pelit dan sok gengsi.

Begini kutipan utuh postingan Susno di laman akun facebook miliknya.

PENYAKIT PELIT DAN SOK GENGSI MEMATIKAN EKONOMI KERAKYATAN

Hemat adalah suatu sikap terpuji dalam penggunaan uang atau harta lawan katanya adalah boros

Pelit suatu sikap yang tidak terpuji dalam pemanfaatan uang atau harta synonim katanya kikir lawan katanya murah hati atau dermawan.

Pelit itu mirip penyakit kejiwaan kebanyakan diderita oleh kelompok orang berkecukupan adakalanya kelompok the have, tak terkecuali pejabat, baik laki maupun perempuan.


Aneh nya penderita penyakit pelit ini sering kali boros dalam kehidupan nya.

Dapat kita lihat dalam keseharian ;
seseorang apabila mau beli sesuatu di pasar tradisional, pedagang kaki lima, dan asongan menawarnya sampai si penjual mau pingsan.

misal harga buah jeruk , mangga, pisang kalau dijual di Super,arket Rp 50 ribu,,, di pedagang pasar tradisional , kaki lima , atau asongan dijual rp 25 ribu, oleh si pelit masih ditawar lagi akhirnya harga disepakati rp 15 ribu,,,,

dalam hal ini si pedagang tradisioanl, kaki lima, atau asongan yang nota bine rakyat kecil nyaris tak ada keuntungan, adakalanya demi sesuap nasi dijual rugi !!

aneh bin ajaib apabila si pelit ini belanja di supermarket, untuk barang yang sama dengan harga yg lebih mahal beberapa kali,lipat, dia beli begitu saja krn memang tidak ada tawar menawar.

perbuatan boros si pelit ini :

~ menyengsarakan rakyat kecil,

~ mematikan ekonomi kerakyatan,

~ menambah kaya si pemodal besar

~ mungkin juga dapat dikatakan tak berperi kemanusiaan.

semoga kita tidak termasuk golongan si pelit, tapi masuk golongan orang yang hemat, suka berbelanja di pasar tradisional , kaki lima dan asongan sepanjang barang yang kita perlukan tersedia, hanya untuk hal yang terpaksa berbelanja di mall, supermarket, atau sejenis nya.

cintai dan tolong lah petani kecil, pedagang tradisional, pedagang kaki lima, lapak, warung dan asongan.

selamat sahum ramadhan, semoga amal, ibadah dan dan sahum kita diterima Allah Swt, Aamiin Yra.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved