Kaki Gadis Cantik ini Harus Diamputasi karena Kanker, Tapi Lihat Hasilnya Bikin Merinding

Sejak usianya masih sembilan tahun, ia didiagnosis menderita osteocarcoma di lututnya.

Tayang:
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudhi Maulana Aditama
ist
Gadis Cantik, Gabi Shull harus diamputasi karena menderita kanker tulang langka 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Karena menderita kanker tulang langka, gadis cantik ini terpaksa harus diamputasi kakinya.

Gadis cantik bernama Gabi Shull, asal Missouri, Amerika Serikat ini diamputasi dari di atas lutut hingga tulang tungkai kakinya.

Dilansir dari Dailymail.co.uk, Gabi menderita kanker tulang yang langka selama tiga tahun.

Sejak usianya masih sembilan tahun, ia didiagnosis menderita osteocarcoma di lututnya, sehingga membuat orang tuanya merasa takut akan terjadi hal yang buruk terhadap anaknya.

Namun, berkat operasi yang dijalaninya, gadis berusia 14 tahun ini diharpakan bisa menginspirasi orang lain.

Ia petama kali menyadari sesuatu yang salah terjadi pada lututnya saat ia terjatuh saat bermain ice skating pada bulan Januari 2011.

Awalnya orang tuanya mengira itu hanya memar biasa, tapi setelah dua minggu kondisinya semakin parah.

Sehingga orang tuanya membawanya ke rumah sakit untuk menjalani x-ray.

Awalnya, dokter percaya dia telah menderita fraktur stres, tetapi MRI scan pada beberapa minggu kemudian menunjukkan bahwa dia menderita kanker.

Ibu Gabi, Debbie mengatakan "Kami pergi ke dokter dan dokter memberitahu sesuatu. Dia mengatakan, 'putri Anda mengalami apa yang kita khawatirkan, bisa menjadi kanker. Jenis kanker yang disebut Osteosarcoma '.

Sontak, ia pun terkejut dan dan meminta dokter mengulang perkataanya karena saat itu ia tak percaya begitu saja.

"Anakku bertanya mengapa ini yang terjadi padanya dan kami bilang kau tahu kadang-kadang hal-hal buruk terjadi pada orang baik. Kita tidak tahu mengapa tapi kita harus melakukan yang terbaik untuk mendapatkan melalui itu. Dan itulah yang kami lakukan," ucap Debbie.

Akhirnya, keluarga memutuskan agar Gabi menjalani operasi.

Awalnya Gabi harus menjalani 12 minggu kemoterapi untuk mengecilkan ukuran tumornya agar mudah saat menjalani operasi.

Dia ditawari perawatan yang berbeda dan amputasi, tapi keluarga memilih rotationplasty.

Metode rotationplasty ini berbeda dengan proses amputasi pada umumnya.

Awalnya lutut Gabi yang mengalami kanker harus diamputasi, setelah itu bagian kaki bawh hingga pergelangan kakinya disambungkan ke bagian lutut.

Namun, sambungan kakinya diputar 180 derajat.

Tujuannya agar pergelangan kakinya ini berguna menggantikan fungsi lututnya.

Metode operasi ini bertujuan untuk memungkinkan dia agar bisa bergerak optimal.

"Kami berbicara tentang hal itu dengan Gabi dan kami mulai melihat video roller anak blading, panjat tebing, ski air setelah rotationplasty. Kami belajar bahwa sama sekali tidak ada kontra untuk rotationplasty. Ada sekitar 12 operasi rotationplasty setiap tahun di Amerika Serikat, itu bukan operasi biasa," tutur Debbie.

Dan untuk Gabi, ada satu hal yang memotivasi dirinya di atas segalanya, yakni menjadi ballerina.

"Setelah aku diamputasi, keinginan pertama saya adalah saya bisa berjalan lagi dan bisa beranjak dari tempat tidur rumah sakit. Tapi apa yang memotivasi saya untuk berjalan adalah bisa menari lagi karena saya hanya ingin menari." kata Gabi.

Namun, itu tidak mudah.

Gabi mengungkapkan awalnya terasa menyakitkan.

"Butuh waktu sekitar satu tahun dan beberapa sesi latihan dengan pelatih pribadi untuk mengambil langkah pertama saya tanpa bantuan. Dan setahun setelah itu saya menari di atas panggung lagi," tutur Gabi.

Operasi yang dijalaninya ini memungkinkan dirinya untuk melakukan lebih banyak dari yang ia harapkan, dan ia tak berniat untuk mengubahnya.

Sekarang Gabi menjadi seorang balerina dan dia adalah inspirasi bagi guru tari dan teman-teman menarinya.

Ia juga kini aktif berkampanye untuk menyemangati anak-anak lainnya yang menderita kanker.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved