Ramadhan 2016

Kisah Perang di Zaman Nabi Muhammad SAW Saat Puasa, 313 Muslim Melawan Ribuan Pasukan

Cuaca panas di Lembah Badar, Madinah saat itu tak menyurutkan umat muslim untuk berperang.

Tayang:
Penulis: Yudhi Maulana Aditama | Editor: Yudhi Maulana Aditama
Net
Perang Badar di Zaman Rasulullah saat Puasa (ilustrasi) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Jika anda masih suka bermalas-malasan saat bulan puasa, coba berkaca pada peristiwa Perang Badar.

Peperangan yang dikomandoi Nabi Muhammad SAW ini terjadi pada saat bulan puasa, tepatnya 17 Ramadhan 2 Hijriah atau 14 Maret 624 Masehi.

Cuaca panas di Lembah Badar, Madinah saat itu tak menyurutkan umat muslim untuk berperang.

"Saat itu Rasul (Muhammad SAW) bersama sahabat dan umat muslim lainnya sebanyak sekitar 313 orang harus melawan seribu lebih pasukan kaum kafir Quraisy," kata ketua Dewan Kkemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Bogor, Ahmad Fathoni kepada TribunnewsBogor.com.

Ia menceritakan, dalam kondisi sedang berpuasa, pasukan umat muslim harus berjuang melawan serangan dari kaum kafir.

Perang besar yang hanya terjadi sekitar dua jam ini berhasil menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy.

Saat itu, pasukan umat muslim dengan disiplin bergerak maju di posisi pertahanan lawan yang kuat.

Sehingga, dengan pertolongan Allah SWT, pasukan muslim berhasil menghancurkan pertahanan kaum kafir di Mekkah.

Dalam perang tersebut, pemimpin kaum kafir Quraisy, Abu Jahal tewas.

"Dalam kondisi sedang berpuasa dan dengan pertolongan Allah SWT, kaum muslim bisa memenangkan peperangan. Dan Ramadan itu menjadi ajang kekuatan islam, dan Allah menurunkan pertolongannya," tuturnya.


TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana Aditama

Ahmad menjelaskan hikmah dari Perang Badar ini adalah meskit kekuatan yang sedikit, bukan merupakan indikasi kekalahan, asalkan mempunyai ketguhan hati yang kuat untuk kebenaran maka Allah SWT akan memberikan kemenangan.

"Lalu, Rasul dan para sahabat dalam kondisi puasa, lapar, dahaga harus menguras tenaga untuk berperang, masa kita yang tak sedang berperang tak ingin melaksanakan puasa?," ungkapnya.

Selain itu, melalui kemenangan Perang Badar menjadi momen kebangkitan islam.

Bahwa Ramadhan merupakan bulan yang didambakan seluruh umat muslim, sebab ada janji Allah SWT bahwa barang siapa yang berpuasa, Allah SWT akan mengangkat derajat ketakwaannya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved